Warna mobil yang memudar sering kali berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang. Parkir di bawah matahari, memakai air panas, dan membiarkan debu menempel dapat memberi tekanan pada lapisan cat.
Masalahnya tidak hanya berkaitan dengan penampilan kendaraan. Saat lapisan cat terganggu, perlindungan bodi terhadap karat juga dapat berkurang, terutama bila mobil dicuci menggunakan air dengan kandungan garam atau asam tinggi.
Risiko Perawatan yang Keliru
Pemilik mobil perlu berhati-hati saat memilih bahan pembersih dan pemoles. Sabun umum yang mengandung deterjen berpotensi meninggalkan partikel, sedangkan produk poles abrasif dapat merusak lapisan permukaan.
Compound juga bukan pilihan untuk digunakan setiap kali mobil dirawat. Produk tersebut ditujukan untuk menyamarkan goresan halus, sehingga pemakaian pada cat yang masih baik dapat mengganggu lapisan pelindung utama atau clear coat.
| No. | Kebiasaan | Akibat pada Bodi |
|---|---|---|
| 1 | Parkir lama di bawah matahari | Paparan UV dan inframerah membuat warna cepat pudar |
| 2 | Membiarkan debu menumpuk | Debu dapat mengeras dan berisiko menggores |
| 3 | Memakai sabun sembarangan | Sisa deterjen dapat memudarkan warna dan memicu jamur |
| 4 | Mencuci dengan air tidak sesuai | Cat berisiko mengelupas dan bodi dapat berkarat |
| 5 | Memasang cover saat basah | Air terperangkap dan menimbulkan noda |
| 6 | Menggunakan poles abrasif | Cat dapat semakin kusam atau rusak |
| 7 | Mencuci memakai air panas | Warna berisiko lebih cepat pudar |
7 Kebiasaan yang Membuat Cat Cepat Kusam
1. Membiarkan Mobil Berada di Bawah Sinar Matahari
Mobil yang terpapar matahari dalam waktu lama tanpa pelindung berisiko mengalami perubahan pada warna cat. Sinar ultraviolet dan inframerah dapat memengaruhi permukaan, termasuk pada kendaraan dengan cat berkualitas.
2. Tidak Segera Membersihkan Debu pada Bodi
Debu yang menetap dapat bercampur dengan kelembapan udara lalu menjadi kerak. Mengelap bodi yang masih kotor dengan kain kering dapat menggores permukaan dan memperburuk kondisi Cat Mobil.
3. Memakai Sampo atau Sabun Bukan untuk Mobil
Sabun umum tidak selalu aman untuk permukaan kendaraan karena dapat mengandung deterjen. Bila sisanya tertinggal setelah pencucian, warna dapat memudar dan jamur berpotensi tumbuh pada bodi.
4. Mengabaikan Kandungan Air Pencucian
Air dengan kandungan garam atau asam tinggi dapat mempercepat pengelupasan cat. Risiko tersebut dapat berlanjut pada berkurangnya perlindungan bodi terhadap karat.
5. Langsung Memasang Cover pada Mobil Basah
Cover sebaiknya baru digunakan setelah permukaan kendaraan benar-benar kering. Menutup bodi yang basah akan memerangkap kelembapan dan dapat meninggalkan noda.
6. Mengandalkan Bahan Poles Abrasif
Bahan poles abrasif tidak cocok digunakan untuk semua kondisi cat. Penggunaan tanpa kebutuhan yang jelas dapat membuat bodi makin kusam atau menimbulkan kerusakan pada lapisan permukaan.
7. Membersihkan Bodi dengan Air Panas
Air panas berisiko mempercepat pudarnya warna mobil. Alat keras juga sebaiknya tidak digunakan untuk menggosok noda karena dapat menghilangkan warna dan merusak bodi.
Cara Menjaga Lapisan Cat
Perawatan Bodi Mobil dapat dilakukan dengan pencucian berkala memakai air bersih dan sampo khusus. Area teduh menjadi tempat yang lebih sesuai untuk mencuci karena busa tidak cepat mengering di permukaan.
Mobil yang selesai dicuci perlu segera dikeringkan menggunakan lap khusus agar risiko bercak air berkurang. Hal ini penting saat musim hujan, ketika lumpur serta kotoran lebih mudah melekat pada bagian bawah kendaraan.
Wax Mobil dapat diaplikasikan setelah bodi kering sebagai lapisan pelindung tambahan tanpa mengikis warna. Berdasarkan panduan Suzuki Indonesia yang dikutip CNN Indonesia, cairan poles sesuai warna kendaraan dapat diratakan dengan spons kering lalu digosok perlahan memakai kain microfiber setelah mengering.






