6 Jurusan Ini Masuk Peta Pengangguran S1, Informatika Tak Otomatis Terserap

Kebutuhan tenaga kerja digital yang meningkat belum menjamin seluruh lulusan Ilmu Komputer atau Informatika langsung memperoleh pekerjaan. Bidang tersebut masih menyumbang 4,6 persen dalam kelompok penganggur berpendidikan minimal S1.

Manajemen justru menjadi bidang dengan porsi tertinggi, mencapai 10,3 persen. Hukum dan Ekonomi menyusul dengan porsi masing-masing 9,0 persen serta 8,7 persen.

Pemetaan ini dimuat dalam Labor Market Brief Volume 7 Nomor 7 berjudul Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?. LPEM FEB UI menyusun laporan tersebut dengan menggunakan data Sakernas Agustus 2025.

Daftar 6 Jurusan dalam Kelompok Penganggur Minimal S1

No.Bidang StudiProporsi Penganggur Minimal S1
1Manajemen10,3 persen
2Hukum9,0 persen
3Ekonomi8,7 persen
4Pendidikan7,1 persen
5Akuntansi5,1 persen
6Ilmu Komputer atau Informatika4,6 persen

1. Manajemen

Manajemen memiliki ragam cakupan, mulai dari organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, aset, hingga industri. Luasnya pilihan pekerjaan tidak menghilangkan persaingan ketat untuk mengisi posisi awal.

2. Hukum

Hukum memiliki jalur karier yang relatif jelas, namun tidak semua alumninya bekerja sesuai bidang studi. Lulusan Hukum juga berhadapan dengan lulusan disiplin lain saat memperebutkan pekerjaan yang bersifat umum.

3. Ekonomi

Ekonomi mencatat proporsi 8,7 persen dalam kelompok yang dipetakan. Persaingan lintas disiplin terjadi karena lulusan Ekonomi dapat melamar posisi awal bersama lulusan bisnis, Hukum, Komunikasi, dan ilmu sosial lain.

4. Pendidikan

Bidang Pendidikan meliputi pendidikan guru, bahasa, ekonomi, sains, dan vokasi. Ketersediaan formasi, kebutuhan sekolah yang berbeda antarwilayah, serta persyaratan profesi memengaruhi masuknya lulusan ke pasar kerja.

5. Akuntansi

Akuntansi berada di peringkat kelima dengan porsi 5,1 persen. Bidang ini berada dalam rumpun bisnis bersama Manajemen dan Administrasi Bisnis yang banyak tersedia di perguruan tinggi.

6. Ilmu Komputer atau Informatika

Perubahan cepat pada teknologi dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang lulusan Informatika. Keterampilan praktis, pengalaman kerja, mutu pendidikan, serta teknologi yang dipakai perusahaan turut berperan.

Akses Pendidikan Tinggi dan Daya Serap Kerja

Temuan LPEM FEB UI menempatkan isu daya serap kerja sebagai perhatian dalam rencana perluasan akses pendidikan tinggi melalui universitas baru. Jumlah mahasiswa yang besar pada bidang studi dengan cakupan luas juga dapat memperketat persaingan lulusan.

Tingkat pengangguran terbuka penduduk minimal S1 tercatat 5,39 persen pada 2025, naik dari 5,25 persen pada 2024. Angka tersebut sebelumnya berada di 5,18 persen pada 2023 dan 4,80 persen pada 2022.

Baca Juga