Kebutuhan tablet untuk sekolah kini semakin beragam, dari membaca dokumen hingga membuat ilustrasi dan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Karena itu, fitur kontrol orang tua, perlindungan mata, dan stylus dapat lebih menentukan daripada sekadar memilih perangkat dengan layar terbesar.
Samsung Galaxy Tab S10 Lite dan Apple iPad mini A17 Pro menonjol bagi pengguna yang membutuhkan aktivitas menulis atau menggambar digital. Di sisi lain, Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition menawarkan pengaturan penggunaan yang lebih terarah untuk anak yang baru memakai tablet.
Lima model berikut memiliki posisi berbeda untuk kebutuhan belajar anak. Rangkuman spesifikasi ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia di Erafone.
| Model | Fokus Penggunaan | Fitur Pembeda | Baterai |
|---|---|---|---|
| Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition | Pengguna awal | Parental Assistant | Tidak disebutkan |
| Apple iPad mini A17 Pro | Kreativitas intensif | Apple Pencil | Tidak disebutkan |
| HONOR Pad X7 | Belajar sehari-hari | Bodi logam dan 90Hz | 7.020 mAh |
| Samsung Galaxy Tab S10 Lite | Catatan dan tugas visual | S Pen dan RAM 6GB | 8.000 mAh |
| Xiaomi Redmi Pad SE | Perangkat belajar pertama | 11 inci dan sertifikasi mata | 8.000 mAh |
1. Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition
Huawei MatePad SE 10.4 Kids Edition membawa Parental Assistant untuk mengatur durasi pemakaian, aplikasi, serta konten yang bisa diakses. Fitur tersebut relevan bagi keluarga yang ingin membatasi penggunaan tablet anak sejak awal.
Perangkat ini dilengkapi Kids Corner dengan lebih dari 100 permainan edukatif. Casing pelindung berpegangan turut membantu menjaga tablet ketika digunakan atau dibawa oleh anak.
Layar 10,4 inci dan chipset Qualcomm Snapdragon 680 mendukung kegiatan belajar harian. Teknologi Eye Comfort bersertifikasi TÜV Rheinland dan pengingat postur disediakan sebagai pendukung kenyamanan.
2. Apple iPad mini A17 Pro
Apple iPad mini A17 Pro menjadi opsi untuk kebutuhan belajar yang dipadukan dengan kreativitas lebih intensif. Bentuknya yang ringkas dan bobot ringan membuatnya mudah dibawa ke sekolah.
Layar Liquid Retina memberikan tampilan tajam untuk membaca bahan ajar, menonton video edukasi, atau menggambar. Dukungan Apple Pencil memungkinkan anak membuat catatan dan ilustrasi secara langsung.
Chip A17 Pro mendukung kinerja perangkat saat menjalankan multitasking dan aplikasi edukasi. Konektivitas Wi-Fi 6E juga menjadi bagian dari kemampuan yang tersedia pada model ini.
3. HONOR Pad X7
HONOR Pad X7 menggabungkan chipset Snapdragon 680 dengan baterai 7.020 mAh. Perpaduan itu ditujukan untuk menunjang aplikasi belajar tanpa kebutuhan pengisian daya yang terlalu sering.
Layarnya memiliki refresh rate 90Hz untuk membuat pergerakan tampilan terasa lebih mulus. Fitur perlindungan mata disertakan untuk membantu kenyamanan selama pemakaian yang panjang.
Panel belakang logam memberi karakter bodi yang kokoh. Desain tablet tetap dibuat ringan agar lebih mudah digunakan anak.
4. Samsung Galaxy Tab S10 Lite
Samsung Galaxy Tab S10 Lite menawarkan layar 10,9 inci dengan refresh rate 90Hz untuk membaca, belajar, dan menonton video edukasi. Perangkat ini juga membawa RAM 6GB untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
S Pen menjadi fitur utama bagi anak yang sering membuat catatan tulisan tangan atau gambar. Dukungan tersebut dapat membantu pengerjaan tugas yang membutuhkan ilustrasi langsung di layar.
Baterai 8.000 mAh disiapkan untuk aktivitas belajar seharian. Desain rampingnya membuat perangkat dapat dipakai secara fleksibel di rumah atau lingkungan sekolah.
5. Xiaomi Redmi Pad SE
Xiaomi Redmi Pad SE berada di kisaran harga Rp1 jutaan dan dapat menjadi pilihan tablet belajar pertama. Layar 11 inci FHD+ memberi ruang yang lebih lega untuk dokumen, materi pelajaran, dan konten video.
AdaptiveSync 90Hz membuat tampilan terasa lebih halus, sementara sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free mendukung kenyamanan mata. Baterai 8.000 mAh melengkapi perangkat untuk kebutuhan belajar dan hiburan selama sehari.
Perangkat yang tepat perlu mengikuti pola belajar anak dan jenis tugas yang paling sering dikerjakan. Kontrol akses dan perlindungan mata layak diprioritaskan untuk siswa sekolah dasar, sedangkan stylus serta kemampuan multitasking berguna untuk pekerjaan yang lebih kreatif.






