Pembagian 49% saham Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan kepada empat anaknya tidak mengubah pengendalian akhir BCA. Robert Budi Hartono tetap memegang 51% saham PT DIA, sehingga posisinya sebagai pemegang saham pengendali terakhir tetap bertahan.
Empat ahli waris Michael masing-masing menerima porsi yang setara dari saham tersebut. Nilai pengalihan untuk setiap anak diperkirakan sedikitnya mencapai US$ 2,93 miliar atau sekitar Rp 52,36 triliun.
PT DIA merupakan perusahaan induk keluarga Hartono yang memiliki saham BCA. Karena itu, pembagian saham di tingkat perusahaan induk turut mengubah struktur kepemilikan akhir salah satu bank terbesar di Indonesia.
Porsi Saham Berubah, Pengendali Tidak Bergeser
| Pihak | Kepemilikan PT DIA | Posisi setelah pembagian |
|---|---|---|
| Michael Bambang Hartono | 49% | Menjadi hak empat ahli waris secara merata |
| Robert Budi Hartono | 51% | Tetap menjadi pengendali PT DIA |
BCA menjelaskan bahwa PT DIA sebelumnya dikendalikan oleh Michael dan Robert. Setelah Michael meninggal dunia pada Maret dalam usia 86 tahun, kepemilikan 49% sahamnya dialihkan kepada para ahli waris.
Robert tidak mengalami perubahan porsi kepemilikan di PT DIA. Dengan kepemilikan 51%, ia tetap menjadi pengendali akhir BCA yang berkode saham BBCA.
Perubahan tersebut telah disampaikan BCA dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. BCA juga menerima Surat OJK No. SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 pada 30 Juli 2026.
Surat itu menyatakan perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK. Dalam laporannya, BCA menuliskan, “Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono.”
Estimasi Nilai Warisan dari Aset BCA
Nilai US$ 2,93 miliar per anak dihitung sebagai nilai minimum yang bersumber dari aset PT DIA di BCA. Laporan The Star yang dikutip finance.detik.com menyebut nilai saham Michael dalam perusahaan induk itu sedikitnya US$ 11,7 miliar atau Rp 209,1 triliun per 11 Agustus.
Semasa hidupnya, Michael dan Robert menguasai lebih dari separuh saham BCA melalui PT DIA. Pembagian warisan itu menandai fase baru kepemilikan kekayaan keluarga Hartono tanpa mengubah posisi pengendali bank tersebut.
Kepentingan bisnis anak-anak Michael juga disebut tersebar pada usaha keluarga di sektor rokok, pusat perbelanjaan, perdagangan elektronik, dan perkebunan. Cakupan aset itu membuat pewarisan keluarga Hartono dipandang sebagai transfer kekayaan besar di kawasan Asia.
Nilai pengalihan tersebut bahkan disebut melampaui warisan sekitar US$ 10 miliar yang ditinggalkan Wee Cho Yaw, pendiri United Overseas Bank Ltd. dari Singapura. Namun, struktur baru PT DIA memastikan kendali akhir atas BCA tetap berada pada Robert.






