Sebanyak 48 tower rusun aparatur sipil negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara telah rampung hingga awal 2026. Pembangunan hunian bagi aparatur tersebut masih berlanjut di tengah pengembangan kawasan ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Skala penyediaan hunian itu mendapat perhatian setelah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono membandingkan rusun ASN dengan Swissotel Nusantara. Basuki menilai suasana rusun lebih segar dan lebih baik untuk ditempati.
Penilaian itu disampaikan dalam media briefing di Kantor Nusantara Balai Kota, Penajam Paser Utara, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Saat itu, sejumlah jurnalis yang meliput perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di IKN tengah menginap di rusun ASN.
“Ini (awak media) di Rusun, kan? Rusun itu lebih baik dari Swissotel. Menurut saya lebih fresh,” ujar Basuki. Ia tidak memerinci unsur layanan atau fasilitas Swissotel Nusantara yang menjadi pembanding dalam pernyataan tersebut.
Hunian Disiapkan untuk Aktivitas Sehari-hari
Rusun ASN dibangun sebagai fasilitas tempat tinggal bagi aparatur di kawasan IKN. Unit-unitnya dilengkapi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas penghuni selama tinggal.
| Komponen Hunian | Keterangan |
|---|---|
| Ruang tidur | 3 kamar tidur |
| Sanitasi | 2 kamar mandi |
| Pendingin ruangan | 3 unit AC |
| Perangkat rumah tangga | Mesin cuci |
| Air minum | Air keran dapat diminum langsung |
| Air dengan suhu berbeda | Tersedia air panas dan dingin |
Fasilitas air minum dari keran menjadi salah satu poin yang secara khusus ditekankan oleh Basuki. Ia menyebut pasokan air di rusun itu sebagai portable water.
“Jadi itu portable water. Jadi bisa diminum (air) kerannya. Jadi air panas, dingin, AC, semua ada,” kata Basuki. Mesin cuci juga tersedia di dalam hunian untuk membantu kebutuhan mencuci pakaian penghuni.
Kontras dengan Hotel Investasi
Swissotel Nusantara yang disebut dalam perbandingan tersebut dibangun menggunakan dana investasi Konsorsium Nusantara. Konsorsium itu dipimpin Aguan dan melibatkan sepuluh perusahaan besar Indonesia, termasuk Agung Sedayu Group.
Perusahaan yang tergabung di dalamnya meliputi Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Djarum, Wings Group, Adaro, Barito Pacific, Mulia Group, Kawan Lama, dan Alfamart. Hotel tersebut menjadi salah satu proyek investasi swasta di IKN.
Menurut finance.detik.com, Otorita IKN masih melanjutkan pembangunan sejumlah rusun ASN setelah 48 tower selesai dibangun. Penyediaan hunian ini menjadi bagian dari kebutuhan tempat tinggal aparatur seiring perkembangan kawasan IKN.
Perbandingan dengan hotel muncul dari pengalaman jurnalis yang bermalam di rusun selama agenda kemerdekaan. Basuki menempatkan kelengkapan fasilitas dan kesan lebih segar sebagai alasan utama penilaiannya terhadap hunian aparatur tersebut.






