Dari Belitung hingga NTT, 4 SMA Garuda Baru Dibangun untuk Talenta Sains Indonesia

Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan empat SMA Garuda baru di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan. Penyebaran lokasi dari Sumatra hingga Indonesia timur diarahkan untuk memperluas dukungan pendidikan unggul bagi siswa berbakat.

Sekolah berasrama ini akan berfokus pada sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Para siswanya juga dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke universitas-universitas terbaik dunia.

Empat daerah lokasi sekolah baru

Empat sekolah dibangun di provinsi yang berbeda, mencakup kawasan kepulauan, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Pemerintah menempatkan persebaran fasilitas tersebut sebagai bagian dari pengembangan talenta sains dan teknologi nasional.

WilayahProvinsi
Belitung TimurBangka Belitung
Konawe SelatanSulawesi Tenggara
BulunganKalimantan Utara
Timor Tengah SelatanNusa Tenggara Timur

Keempat sekolah tersebut disebut sebagai SMA unggul Garuda. Programnya ditujukan untuk anak-anak yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa.

Pendidikan berasrama menjadi salah satu ciri penyelenggaraan SMA Garuda. Pola itu dipadukan dengan pembelajaran yang menitikberatkan bidang STEM sebagai bekal akademik menuju pendidikan tinggi.

Standar internasional untuk persiapan kampus

SMA Garuda menggunakan kurikulum International Baccalaureate atau IB. Presiden Prabowo Subianto menyebut kurikulum ini sejalan dengan standar tertinggi yang digunakan sekolah-sekolah terbaik di dunia.

“SMA ini menggunakan kurukulum internasional, IB (International Baccalaureate), yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia,” ujar Prabowo. Ia mengatakan para siswa disiapkan agar dapat masuk ke universitas-universitas terbaik dunia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia mengaitkan pembangunan sekolah unggul tersebut dengan cara negara memenuhi kebutuhan pendidikan yang berbeda pada setiap anak.

Menurut Prabowo, keadilan dalam pendidikan tidak berarti seluruh peserta didik harus memperoleh dukungan dalam bentuk yang sama. Negara perlu memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

“Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Prabowo.

Ekosistem sekolah terus diperbesar

Selain membangun empat SMA baru, pemerintah memperluas Sekolah Garuda dengan mentransformasi sekolah yang sudah ada. Cakupannya kini mencapai 42 sekolah di 15 provinsi.

Jumlah itu terdiri atas 12 sekolah pada 2025 dan penambahan 30 sekolah pada 2026. Prabowo sebelumnya sempat menyebut 20 sekolah, lalu mengoreksi jumlahnya menjadi 42 sekolah.

Tambahan 30 sekolah pada 2026 termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC. Sekolah-sekolah tersebut mencakup berbagai institusi di Aceh, Jawa, hingga Sulawesi.

Gabungan pembangunan SMA Garuda baru dan transformasi sekolah memperluas pembinaan talenta ke sejumlah provinsi. Program ini tetap diarahkan pada penguatan siswa berbakat di bidang sains dan teknologi, tanpa bertumpu pada satu kawasan saja.

Baca Juga