Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia bergerak melemah pada sejam pertama perdagangan Jumat (14/8/2026). Namun, PT Yanaprima Hartapersada Tbk (YPAS) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) justru mencatat lonjakan hingga auto rejection atas (ARA).
Sebanyak 302 saham turun, sedangkan saham yang naik berjumlah 251 emiten. Sebanyak 214 saham lainnya tercatat stagnan, sehingga penguatan dua saham tersebut tampil menonjol di tengah pasar yang beragam.
Lonjakan YPAS dan AGAR
YPAS membukukan kenaikan 25 persen dan ditutup pada level Rp1.200 dalam perdagangan awal. Kenaikan tersebut membawa saham YPAS menyentuh batas ARA.
AGAR menguat 24,9 persen ke Rp1.605 dan juga mencapai batas atas perdagangan. Pergerakan keduanya menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada saham tertentu meski indeks utama tidak bergerak jauh.
| Emiten | Perubahan | Harga |
|---|---|---|
| YPAS | Naik 25 persen | Rp1.200 |
| AGAR | Naik 24,9 persen | Rp1.605 |
| SLIS | Naik 20,45 persen | Rp106 |
| STAR | Naik 20 persen | Rp456 |
| PEHA | Naik 18,94 persen | Rp314 |
PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) turut naik 20,45 persen menjadi Rp106. PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menguat 20 persen ke Rp456, sementara PT Phapros Tbk (PEHA) naik 18,94 persen menjadi Rp314.
IHSG Bertahan di Zona Stagnan
IHSG hanya meningkat 0,09 poin dan berada di level 6.301,86 setelah bergerak pada rentang 6.267 hingga 6.315. Rentang tersebut mencerminkan perdagangan yang cenderung datar pada indeks utama.
Indeks LQ45 masih naik 0,09 persen di tengah tekanan pada jumlah saham yang lebih banyak. Kondisi itu menandakan pergerakan indeks dan pergerakan mayoritas emiten tidak sepenuhnya sejalan.
Aktivitas bursa pada sejam pertama mencapai 8,62 miliar lembar saham. Nilai transaksinya menembus Rp3,3 triliun dengan 582.240 kali transaksi, menurut data yang dilansir Investor Daily.
Tekanan Terjadi pada BABY dan Saham Lain
PT Multitrend Indo Tbk (BABY) mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan 14,71 persen ke Rp232. Harga saham BABY menyentuh auto rejection bawah atau ARB.
| Emiten | Perubahan | Harga |
|---|---|---|
| BABY | Turun 14,71 persen | Rp232 |
| DART | Turun 7,14 persen | Rp169 |
| FOLK | Turun 6,22 persen | Rp181 |
| PBSA | Turun 6,04 persen | Rp855 |
| BAIK | Turun 5,24 persen | Rp434 |
PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) turun 7,14 persen menjadi Rp169, sementara PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) melemah 6,22 persen ke Rp181. PBSA turun 6,04 persen ke Rp855 dan BAIK terkoreksi 5,24 persen hingga Rp434.
Bursa Asia Ikut Bergerak Campuran
Pasar saham Asia bergerak tidak seragam bersamaan dengan perdagangan di Indonesia. Hang Seng Hong Kong turun 0,79 persen dan Shanghai China melemah 0,42 persen.
Di sisi lain, Nikkei Jepang menguat 0,85 persen dan Straits Times Singapura naik 0,07 persen. Variasi pergerakan regional itu terjadi ketika IHSG bertahan di zona stagnan dengan lonjakan dan koreksi tajam pada sejumlah saham.






