3 Smartwatch Garmin di Bawah Rp5 Juta, Baterai 11 Hari untuk Dipakai Tanpa Sering Mengisi Daya

Smartwatch yang harus diisi daya setiap hari dapat mengganggu pemantauan aktivitas dan tidur secara berkelanjutan. Garmin menawarkan dua model di bawah Rp5 juta dengan klaim baterai hingga 11 hari, yakni vivoactive 5 dan Forerunner 165.

Keduanya menyasar kebutuhan berbeda meski sama-sama membawa layar AMOLED dan fitur kesehatan. Sementara itu, Garmin Lily 2 hadir sebagai pilihan lebih ringkas dengan ketahanan baterai hingga lima hari.

ModelHarga MulaiFokus Utama
Garmin vivoactive 5Rp3.199.000Aktivitas harian dan olahraga
Garmin Forerunner 165Rp2.650.000Lari dengan GPS bawaan
Garmin Lily 2Rp4.399.000Desain ringkas dan pemantauan kesehatan

Data harga dan kelengkapan fitur ketiga perangkat tersebut dirangkum Medcom.id. Perbedaan fungsi membuat pengguna perlu menilai kebiasaan utama sebelum menentukan pilihan.

1. Garmin vivoactive 5 untuk penggunaan sepanjang hari

Garmin vivoactive 5 dijual mulai Rp3.199.000 dan menjadi model yang paling serbaguna dalam daftar ini. Perangkat tersebut menggunakan layar sentuh AMOLED serta bodi ringan untuk aktivitas harian maupun olahraga.

Daya tahan baterainya diklaim mencapai 11 hari dalam mode smartwatch. Ketahanan tersebut memungkinkan perangkat tetap dipakai saat bekerja, beristirahat, berlatih, hingga tidur tanpa terlalu sering dilepas untuk pengisian daya.

Fitur kesehatannya mencakup Sleep Coach yang memberikan informasi mengenai kebutuhan tidur. Ada juga nap detection untuk mendeteksi tidur siang serta Body Battery yang menampilkan gambaran tingkat energi tubuh.

Untuk aktivitas fisik, vivoactive 5 menyediakan lebih dari 30 profil olahraga bawaan. Kombinasi fitur tersebut menempatkannya sebagai pilihan bagi pengguna yang ingin memantau banyak jenis kegiatan dari satu perangkat.

2. Garmin Forerunner 165 untuk membangun rutinitas lari

Garmin Forerunner 165 dibanderol mulai Rp2.650.000 dan lebih diarahkan kepada pengguna yang ingin mulai rutin berlari. GPS bawaan menjadi nilai penting karena rute aktivitas dapat direkam langsung dari jam tangan tanpa selalu bergantung pada smartphone.

Model ini juga memakai layar AMOLED untuk menampilkan data latihan dengan lebih jelas. Ketahanan baterainya disebut mencapai hingga 11 hari, sehingga relevan untuk pengguna yang menyiapkan target fun run, 5K, atau 10K.

Forerunner 165 membawa fitur Morning Report yang menyajikan ringkasan tidur dan cuaca pada pagi hari. Perangkat ini turut menyediakan rekomendasi latihan harian yang dapat disesuaikan dengan kondisi pemulihan tubuh.

Fokus pada GPS mandiri membedakannya dari pilihan yang lebih menitikberatkan desain atau penggunaan harian. Karena itu, model ini dapat dipertimbangkan oleh pelari pemula yang membutuhkan pencatatan latihan luar ruang.

3. Garmin Lily 2 mengutamakan ukuran kecil

Garmin Lily 2 versi tali silikon dijual mulai Rp4.399.000 dengan bodi kecil yang menyerupai aksesori fashion. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan smartwatch ringkas dan elegan, terutama untuk pergelangan tangan kecil.

Lily 2 menggunakan konsep hidden display. Saat tidak digunakan, permukaan layarnya tampak seperti pola dekoratif, tetapi fungsi smartwatch tetap tersedia ketika layar diaktifkan.

Fitur pemantauan yang disediakan meliputi detak jantung, Body Battery, tingkat stres, siklus bulanan, dan kehamilan. Baterainya disebut mampu bertahan hingga lima hari, lebih singkat dibanding dua model lain tetapi tetap mendukung pemakaian harian.

Pengguna yang memprioritaskan layar AMOLED, banyak profil olahraga, dan pemantauan tidur dapat melihat vivoactive 5. Bagi kebutuhan lari dengan GPS bawaan, Forerunner 165 lebih terarah, sedangkan Lily 2 menonjol melalui bentuknya yang kecil dan desain dekoratif.

Baca Juga