3 Rekomendasi Saham BRI Danareksa, FAST Sudah Breakout saat IHSG Tertekan

FAST menjadi salah satu saham yang diperhatikan setelah menembus area breakout neckline di level 438. BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan intraday tersebut dapat berlanjut ke 454-464 selama harga tidak kembali turun di bawah level kunci itu.

Saham ini masuk bersama HRTA dan BBTN dalam daftar rekomendasi untuk perdagangan Jumat (14/8/2026). Ketiganya dipantau ketika IHSG baru saja melemah, sehingga ketahanan support menjadi unsur utama dalam pembacaan teknikal.

SahamSupport atau Batas KunciSasaran HargaDasar Pemantauan
FASTDi atas 438454-464Breakout neckline
HRTA2.100-2.1302.228 hingga 2.342MACD positif
BBTN1.176-1.2021.250 hingga 1.290Sideways bullish

1. FAST menguji kelanjutan penguatan

Level 438 kini menjadi batas penting bagi FAST setelah area neckline berhasil ditembus. Bertahan di atas titik tersebut membuka peluang saham pengelola gerai makanan cepat saji itu menuju rentang 454-464.

Perkembangan teknikal itu muncul bersamaan dengan perbaikan hasil keuangan perseroan. Rugi bersih pada kuartal II-2026 tercatat Rp56,7 miliar, lebih kecil daripada Rp138,8 miliar pada kuartal II-2025.

2. HRTA masih berpeluang menguji resistance

HRTA sebelumnya mengalami koreksi dari level 2.200, namun arah bullish dinilai belum berubah. Saham ini perlu mempertahankan support 2.100-2.130 untuk membuka peluang pengujian resistance 2.228.

Apabila area support tetap terjaga, target lanjutan HRTA berada pada 2.342. Indikator MACD yang masih positif mendukung penilaian bahwa momentum kenaikan belum sepenuhnya hilang.

3. BBTN menanti gerak naik dari pola sideways

BBTN bergerak sideways bullish pada kisaran 1.200-1.220. Area 1.176-1.202 menjadi support yang dipantau untuk melihat potensi pembalikan arah ke atas.

Target BBTN berada di 1.250 hingga 1.290 jika support dapat dipertahankan. Kinerja perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan laba bersih menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal II-2026, dari Rp1,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar menunggu katalis berikutnya

IHSG sebelumnya turun 1,13% ke 6.301,7 di tengah aksi ambil untung setelah pengumuman evaluasi indeks MSCI Agustus. Pasar reguler mencatat aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,39 triliun.

Menurut proyeksi BRI Danareksa Sekuritas yang dilansir Investor Daily, IHSG memiliki support pada 6.270-6.300 dan resistance 6.350-6.400. Pelaku pasar juga menunggu arah kebijakan fiskal dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, yang membuat indeks berpotensi bergerak mendatar atau melemah terbatas.

Baca Juga