Asal bahan baku susu dapat menjadi informasi penting yang kerap tidak terlihat dari klaim gizi pada bagian depan kemasan. Orang tua perlu mempertimbangkan perjalanan susu dari peternakan, pemerahan, pengangkutan, hingga masuk ke fasilitas pengolahan.
Pemeriksaan tersebut melengkapi kebiasaan membaca kandungan AA, DHA, vitamin, atau mineral. Kualitas formula juga berkaitan dengan bahan utama yang digunakan dan konsistensi pengendalian kualitas sepanjang proses produksi.
Mengapa Asal Susu Perlu Diperhatikan
Kualitas bahan baku dimulai sebelum susu diolah menjadi formula. Kondisi peternakan, kesehatan sapi, pakan, pemerahan, serta pengangkutan ikut membentuk rantai penanganan susu.
Informasi mengenai pengelolaan rantai ini dapat membantu konsumen menilai keterlacakan produk. Keterbukaan tersebut memberi gambaran tentang tahapan yang dilalui bahan baku sebelum menjadi produk siap konsumsi.
Dalam kampanye #CekTransparansiAceKid, orang tua diajak menelusuri informasi di balik label kemasan. Pendekatan itu mencakup sumber susu, perjalanan bahan baku, dan sistem kualitas yang diterapkan pada produk.
AceKid menyatakan memakai susu segar sebagai komposisi utama melalui One-Step Fresh Process. Pengolahan ini dijelaskan berlangsung langsung dari susu segar menjadi formula dalam satu tahap guna meminimalkan pemrosesan berulang.
3 Titik Pemeriksaan Sebelum Memilih Produk
| Titik Pemeriksaan | Hal yang Dapat Dilihat |
|---|---|
| Bahan utama | Komposisi, pemanis, serta bahan tambahan. |
| Perjalanan bahan baku | Peternakan, kesehatan sapi, pemerahan, dan transportasi. |
| Penjagaan mutu | Pengolahan, pengujian, keterlacakan, dan standar kualitas. |
1. Pastikan bahan yang tercantum dalam komposisi
Daftar komposisi dapat menunjukkan bahan yang digunakan dalam sebuah produk. Pada sejumlah produk di Indonesia, susu bubuk disebut sebagai komposisi utama sehingga konsumen dapat mencari informasi tambahan mengenai asal bahan itu.
Sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik merupakan beberapa bahan yang dapat dicermati bila dicantumkan. Pembacaan label secara menyeluruh membantu keluarga tidak hanya terpaku pada kandungan yang dipromosikan paling menonjol.
2. Telusuri pengelolaan sumber susu
Pengelolaan sumber susu mencakup lebih dari sekadar asal geografis bahan baku. Cara peternakan, sapi, pakan, pemerahan, dan pengangkutan ditangani memberi konteks terhadap keterlacakan susu.
FEIHE menjalankan ekosistem produksi terintegrasi yang mencakup tahapan dari peternakan sampai fasilitas produksi. Sistem tersebut ditujukan untuk mendukung keterlacakan bahan baku dan pengendalian kualitas yang konsisten.
3. Perhatikan proses pengolahan
Proses pemanasan diperlukan untuk menjaga keamanan mikrobiologis produk susu. Intensitas dan tahapan pemanasan perlu dikelola secara tepat karena dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen dalam susu.
Reaksi Maillard terjadi antara gula alami susu dengan protein atau asam amino. Studi dalam Journal of Food Science mencatat peningkatan intensitas pemanasan awal cenderung meningkatkan sejumlah indikator reaksi ini pada susu bubuk dan susu rekonstitusi.
Penilaian Menyeluruh atas Kualitas Formula
Prof DR dr Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, menyebut informasi kandungan tetap penting bagi orang tua. Namun, ia menekankan kualitas produk perlu dipahami melalui transparansi sumber bahan baku, proses pengolahan, dan pengendalian kualitas.
“Saat memilih susu formula anak, orang tua umumnya memperhatikan klaim pada label kemasan dan kandungan yang terdapat di dalam produk,” ujar Prof. Rini. Ia menyatakan informasi tersebut penting, tetapi perlu dilihat bersama keterbukaan pada setiap tahap perjalanan produk.
Pemilihan susu formula dapat dimulai dengan membaca komposisi, mencari keterangan mengenai sumber susu, lalu memahami bagaimana standar mutu dijaga. Ketiga langkah itu memberi landasan informasi yang lebih lengkap daripada hanya mengandalkan klaim kemasan.






