Dari Elektrolit hingga Antioksidan, 3 Minuman untuk Mendukung Kulit Lebih Segar

Menjaga kulit tetap terhidrasi tidak hanya bergantung pada perawatan yang digunakan dari luar. Asupan cairan dan nutrisi tertentu dapat menjadi pelengkap, terutama untuk menghadapi pengaruh polusi serta paparan sinar matahari.

Air kelapa menawarkan elektrolit, teh hijau mengandung katekin, sedangkan air hangat lemon dan madu memberi asupan vitamin C serta sifat antibakteri alami madu. Ketiganya dapat diminum sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh pada pagi hingga siang hari.

Kulit adalah organ terbesar yang berperan sebagai penghalang terhadap berbagai stresor lingkungan. Kondisinya dapat dipengaruhi kebiasaan sehari-hari, sehingga hidrasi memadai tetap menjadi bagian penting dari perawatan dari dalam.

Minuman ini tidak menggantikan pola makan seimbang atau penggunaan tabir surya. Manfaatnya lebih tepat ditempatkan sebagai dukungan tambahan dalam rutinitas harian.

MinumanManfaat yang dikaitkanWaktu konsumsi
Air hangat lemon dan maduDukungan vitamin C dan pencernaanPagi hari
Teh hijauPerlindungan dari stres oksidatifPertengahan pagi atau siang hari
Air kelapaMenjaga keseimbangan cairan tubuhPagi atau siang setelah beraktivitas

1. Air Hangat Lemon dan Madu

Air hangat lemon dan madu sering dipilih sebagai minuman pagi karena mudah disiapkan. Lemon kaya vitamin C yang berperan dalam proses sintesis kolagen, sehingga dikaitkan dengan upaya menjaga kulit tetap kencang dan halus.

Madu mempunyai sifat antibakteri alami, menurut Metropolis yang dikutip Beautynesia. Sifat tersebut disebut dapat membantu mengurangi jerawat yang berkaitan dengan kondisi kesehatan usus yang kurang baik.

Kombinasi lemon dan madu juga disebut dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan. Orang dengan masalah asam lambung perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikannya kebiasaan saat perut kosong.

Setengah buah lemon dapat diperas ke dalam segelas air hangat, lalu dicampur dengan satu sendok teh madu mentah. Air hangat kuku dianjurkan agar kandungan nutrisi tetap terjaga.

2. Teh Hijau

Teh hijau mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa itu dikaitkan dengan perlindungan terhadap stres oksidatif, pengurangan peradangan, dan dukungan bagi elastisitas kulit.

Marisa Garshick, MD, FAAD, menyampaikan kepada EatingWell bahwa pengurangan stres oksidatif dapat membantu memperlambat penuaan kulit. Stres oksidatif memang menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan proses penuaan pada kulit.

EatingWell turut menyoroti penelitian dalam Journal of Nutrition mengenai konsumsi teh hijau secara teratur. Penelitian tersebut mengaitkannya dengan perbaikan tekstur kulit dan berkurangnya kondisi kulit kasar.

Untuk penyajian, satu sendok teh daun teh hijau atau satu kantong teh diseduh menggunakan air panas yang tidak mendidih selama dua hingga tiga menit. Madu atau lemon dapat digunakan sebagai tambahan rasa bila diperlukan.

Waktu konsumsi yang disebut sesuai adalah pertengahan pagi atau siang hari. Teh hijau tetap tidak dapat menggantikan peran tabir surya dalam menghadapi paparan sinar matahari.

3. Air Kelapa

Air kelapa merupakan opsi praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah tubuh beraktivitas. Kalium dan magnesium di dalamnya berfungsi sebagai elektrolit yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Minuman ini juga rendah kalori serta mengandung sedikit vitamin C dan antioksidan. Kandungan cairannya relevan bagi orang yang ingin mempertahankan hidrasi tubuh.

Bebeautiful menyebut air kelapa dapat membantu menjaga kelembapan kulit agar tampak lebih segar dan bercahaya. Konsumsinya dapat dilakukan pada pagi atau siang hari, khususnya ketika tubuh kehilangan cairan.

Pemilihan ketiga minuman tersebut dapat disesuaikan dengan selera dan kondisi masing-masing. Perawatan kulit yang menyeluruh tetap mencakup hidrasi, perlindungan dari matahari, dan perawatan dari luar.

Baca Juga