Jangan Keliru saat Hari Pramuka 2026, Ini 15 Tahap Upacara yang Perlu Diikuti

Kesalahan urutan dalam upacara dapat mengurangi kekhidmatan peringatan Hari Pramuka 2026. Karena itu, pasukan, petugas bendera, Pemimpin Upacara, dan Pembina Upacara perlu memahami 15 tahap yang harus dijalankan secara berurutan.

Hari Pramuka diperingati pada 14 Agustus 2026 sebagai peringatan ke-65 Gerakan Pramuka. Upacara menjadi kegiatan utama untuk menguatkan disiplin, nasionalisme, serta pengamalan kode kehormatan anggota.

Bagian yang Memerlukan Perhatian

Sang Merah Putih harus dihormati saat dikibarkan, diturunkan, disimpan, maupun ketika dibawa masuk atau keluar dari ruang upacara. Dalam pengibaran, penghormatan peserta berlangsung hingga bendera mencapai puncak tiang.

Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dilakukan dengan menundukkan kepala dan dipimpin Pembina Upacara. Sementara itu, penghormatan tidak dilakukan ketika Dwidarma atau Dasadarma dibacakan.

Pramuka Siaga membacakan Dwidarma, sedangkan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega membacakan Dasadarma. Penghormatan dilakukan ketika peserta mengucapkan Dwisatya atau Trisatya.

15 Tahap yang Harus Dilalui

1. Pemimpin Menyiapkan Pasukan

Pemimpin Upacara menyiapkan pasukan peserta sebelum upacara dimulai. Tahap ini memastikan peserta berada dalam keadaan siap mengikuti kegiatan.

2. Pembina Menempati Posisi

Pembina Upacara menempatkan diri di lokasi yang telah ditentukan. Posisi tersebut menjadi titik pelaksanaan penghormatan dan penerimaan laporan.

3. Penghormatan Pembuka

Pasukan memberi penghormatan kepada Pembina Upacara. Pemimpin Upacara memimpin penghormatan ini dari depan pasukan.

4. Pelaporan Kesiapan

Pemimpin Upacara melaporkan bahwa upacara telah siap dimulai. Pembina Upacara kemudian menerima laporan tersebut sebagai bagian dari tata kegiatan.

5. Persiapan Pengibaran Bendera

Petugas pengibar maju ke tiang bendera, mengikat Sang Merah Putih pada tali, lalu merentangkannya. Seorang petugas menyampaikan, “Bendera siap”.

6. Penghormatan saat Bendera Naik

Pemimpin Upacara memberi aba-aba penghormatan kepada Sang Merah Putih. Pengibaran dapat diiringi lagu Indonesia Raya oleh korps musik atau kelompok vokal.

7. Mengakhiri Sikap Hormat

Aba-aba untuk menurunkan sikap hormat diberikan setelah bendera mencapai puncak tiang. Seluruh peserta mengikuti perintah Pemimpin Upacara.

8. Petugas Mundur dan Kembali

Petugas bendera mengikat tali pada tiang lalu mundur tiga langkah. Setelah memberi hormat kepada Sang Merah Putih, petugas kembali ke tempat semula.

9. Mengheningkan Cipta dan Berdoa

Pembina Upacara memimpin peserta untuk mengheningkan cipta dan berdoa. Bagian ini menjadi permohonan agar kegiatan memperoleh rahmat dan petunjuk.

10. Teks Pancasila Dibacakan

Pembacaan Pancasila dilakukan setelah doa. Tahapan tersebut termasuk bagian inti dalam susunan upacara.

11. Amanat dari Pembina

Pembina Upacara menyampaikan amanat kepada pasukan peserta. Amanat dapat menjadi ruang penegasan nilai yang dibawa dalam kegiatan Gerakan Pramuka.

12. Laporan Upacara Pengibaran

Pemimpin Upacara melaporkan bahwa upacara pengibaran bendera telah dilaksanakan. Laporan disampaikan kepada Pembina Upacara.

13. Penghormatan Penutup Pasukan

Pasukan peserta memberi penghormatan kembali kepada Pembina Upacara. Pemimpin Upacara memimpin pelaksanaan tahap penutup tersebut.

14. Pembina Meninggalkan Lapangan

Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara setelah menerima penghormatan. Tahap ini mendahului pembubaran pasukan.

15. Pasukan Dibubarkan

Pemimpin Upacara membubarkan pasukan peserta upacara. Dengan demikian, seluruh rangkaian resmi dinyatakan selesai.

Penyesuaian Bentuk Barisan

Barisan peserta tidak harus berbentuk sama untuk setiap golongan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan jiwa dan perhatian peserta didik.

Golongan PramukaBarisanAlasan
SiagaLingkaranPerhatian masih terpusat pada orang tua atau Pembina.
PenggalangAngkarePerhatian mulai terbuka.
Penegak dan PandegaBersafPerhatian sudah terbuka luas.

Susunan upacara dapat mengacu pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara dalam Gerakan Pramuka. Untuk kegiatan resmi, Hymne Satya Darma Pramuka juga dapat dinyanyikan sesuai kebutuhan penyelenggaraan.

Hymne tersebut menegaskan pengabdian Pramuka kepada Pancasila, dharma, dan Indonesia. Ketertiban dalam setiap tahap membuat upacara menjadi ruang pembinaan nilai bagi anggota Gerakan Pramuka.

Baca Juga