Danantara Indonesia sedang mengubah skala portofolio BUMN dari 1.074 perusahaan menuju sekitar 300 entitas pada akhir tahun. Dalam proses tersebut, 137 hotel milik BUMN akan digabungkan.
Rencana ini mencerminkan besarnya cakupan restrukturisasi yang dijalankan Danantara. Penggabungan hotel bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari penggunaan merger, divestasi, likuidasi, dan konsolidasi vertikal.
137 Hotel dalam Agenda Penggabungan
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan rencana penggabungan hotel saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027. Konferensi pers itu digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
“Kita punya ada 137 hotel itu juga kita gabungkan,” kata Rosan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aset perhotelan turut masuk agenda perampingan perusahaan negara.
Danantara memandang konsolidasi sebagai cara untuk membangun efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Optimalisasi aset yang telah dimiliki perusahaan pelat merah juga menjadi sasaran dari penataan ini.
Menurut Rosan, program streamlining diarahkan untuk mencapai kedua tujuan tersebut secara bersamaan. “Memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada,” ujar dia.
Jumlah Perusahaan Sudah Berkurang
Hingga saat ini, jumlah perusahaan dalam cakupan Danantara disebut telah menyusut sekitar 290 entitas. Perampingan masih berlanjut untuk mengejar target akhir sekitar 300 perusahaan BUMN pada akhir tahun.
Target itu menunjukkan perubahan besar pada struktur perusahaan negara yang berada dalam lingkup Danantara. Penggabungan 137 hotel menjadi salah satu langkah konkret di tengah proses penyederhanaan tersebut.
Manajer Investasi Menjadi Contoh Konsolidasi
Sebelum rencana penggabungan hotel, konsolidasi juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan manajer investasi milik BUMN. PT Mandiri Manajemen Investasi menjadi entitas utama yang bertahan dalam penggabungan itu.
| Entitas | Status |
|---|---|
| PT Mandiri Manajemen Investasi | Entitas utama |
| PT BRI Manajemen Investasi | Digabungkan |
| PT BNI Asset Management | Digabungkan |
| PT PNM Investment Management | Digabungkan |
Empat perusahaan tersebut sebelumnya berada di bawah bank dan lembaga keuangan milik BUMN. Penggabungan itu memperlihatkan pendekatan untuk menyatukan entitas dengan bidang usaha sejenis ke dalam struktur yang lebih terkonsolidasi.
Rosan menyatakan target sekitar 300 perusahaan merupakan salah satu program yang dijalankan Danantara. Konsolidasi hotel dan manajer investasi menempatkan restrukturisasi sebagai upaya yang mencakup aset operasional maupun entitas jasa keuangan.






