Sebanyak 11 warga negara asing ditemukan selamat setelah speedboat yang mereka tumpangi patah akibat cuaca buruk di perairan Teluk Tomini. Para wisatawan itu bertahan dengan menggunakan rakit di sekitar lokasi kecelakaan hingga tim pencarian menemukan mereka.
Seluruh penumpang telah dievakuasi dan dibawa kembali ke Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Setelah tiba di daratan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan lanjutan.
Tim SAR Mengerahkan Dua Speedboat
Kepala Basarnas Gorontalo Heriyanto menyatakan seluruh korban dalam insiden tersebut dipastikan selamat. Tim SAR gabungan mengerahkan dua speedboat menuju area yang diduga menjadi titik hilangnya kontak dengan kapal.
Pencarian dilakukan setelah kapal cepat itu tidak dapat dihubungi saat melakukan perjalanan laut menuju Gorontalo. Informasi mengenai keberadaan para penumpang kemudian diperoleh dari wilayah Kabupaten Tojo Una-una.
Heriyanto menjelaskan kondisi cuaca buruk menjadi penyebab kerusakan pada kapal yang ditumpangi para wisatawan asing tersebut. Kerusakan itu membuat badan speedboat patah di tengah pelayaran.
“Menurut informasi yang kami dapatkan tadi bahwa terjadi cuaca buruk sehingga menyebabkan kapal yang ditumpangi para wisatawan tersebut mengalami patah dan para korban menyelamatkan diri dengan rakit yang ada di sekitar area lokasi kecelakaan tersebut,” ujar Heriyanto. Keterangan itu menjelaskan cara para penumpang bertahan sebelum bantuan tiba.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah penumpang | 11 wisatawan asing |
| Kondisi saat ditemukan | Seluruh penumpang selamat |
| Rute pelayaran | Kabupaten Tojo Una-una menuju Pelabuhan Marisa, Pohuwato |
| Penanganan setelah evakuasi | Pemeriksaan kesehatan dan pendataan di Kabupaten Tojo Una-una |
Berlayar Menuju Pelabuhan Marisa
Speedboat tersebut sebelumnya berangkat dari Kabupaten Tojo Una-una menuju Pelabuhan Marisa di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Pelayaran itu dimulai pada Jumat (24/7) sebelum kapal menghadapi cuaca buruk di Teluk Tomini.
Insiden hilangnya kontak sempat memicu operasi pencarian terhadap kapal dan seluruh penumpangnya. Fokus utama tim penyelamat adalah menemukan para wisatawan dalam kondisi aman setelah kapal mengalami kerusakan.
Para penumpang berasal dari lima negara, yakni Belanda, Belgia, Ceko, Jerman, dan Prancis. Identitas seluruh wisatawan asing tersebut telah didata setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Menurut Heriyanto, tidak ada korban meninggal dalam peristiwa itu. “Alhamdulillah korban seluruh WNA berjumlah 11 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat dan sekarang posisinya ada di Tojo Una-Una,” katanya.
Seluruh Korban Sudah Berada di Daratan
Evakuasi mengakhiri pencarian terhadap kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam perjalanan menuju Gorontalo. Para korban kini berada di Kabupaten Tojo Una-una setelah berhasil diselamatkan dari perairan.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari penanganan setelah para wisatawan menghadapi insiden kapal patah. Seluruh perhatian operasi SAR diarahkan untuk memastikan 11 penumpang dapat dievakuasi dengan selamat.
Peristiwa ini menunjukkan dampak serius cuaca buruk terhadap pelayaran menggunakan kapal cepat di Teluk Tomini. Dalam kejadian tersebut, keberadaan rakit di sekitar lokasi menjadi sarana penyelamatan bagi seluruh penumpang hingga bantuan datang.






