11 Gardu Induk Pulih Kurang dari 12 Jam, Gangguan Distribusi Flores Belum Selesai

Sebanyak 11 gardu induk yang terdampak gempa M7,7 di Flores telah kembali beroperasi normal dalam waktu kurang dari 12 jam. Kecepatan pemulihan sistem utama itu belum menutup seluruh gangguan karena listrik ke pelanggan masih bergantung pada perbaikan jaringan distribusi.

Satu penyulang masih mengalami gangguan akibat dampak gempa dan longsor. Sejumlah tiang listrik juga dilaporkan roboh maupun patah, sehingga sebagian warga masih menunggu pemulihan jalur menuju rumah dan tempat usaha mereka.

PLN menempatkan keselamatan warga dan petugas sebagai prioritas saat memperbaiki infrastruktur yang rusak. Kondisi gempa susulan membuat pekerjaan lapangan harus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan tingkat keamanan lokasi.

Pemulihan Cepat di Sistem Utama

Pulihnya gardu induk membuat sistem pasokan utama di Flores kembali siap mengalirkan listrik ke berbagai wilayah. Dari sisi kapasitas, daya mampu pasok mencapai 111 MW atau lebih tinggi daripada kebutuhan beban yang tercatat.

Aspek KelistrikanKondisiAngka Utama
Gardu induk terdampakSeluruhnya pulih11 unit
Waktu pemulihan garduKurang dari 12 jamSetelah gempa
Daya mampu pasokTersedia111 MW
Beban listrikSaat ini dan normal95 MW dan 105 MW

Beban listrik saat ini berada di sekitar 95 MW, sedangkan beban normal diperkirakan sekitar 105 MW. Kedua angka tersebut masih berada di bawah kapasitas pasok yang tersedia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kemampuan pasok pembangkitan telah memadai. “Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW,” ujar Darmawan.

Darmawan turun langsung ke lapangan untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan berlangsung optimal. PLN juga mengerahkan sumber daya untuk mengamankan infrastruktur sebelum layanan dikembalikan secara bertahap.

Penyulang Menjadi Titik Kritis

Penyulang berfungsi menyalurkan listrik dari gardu induk menuju jaringan pelanggan. Karena itu, gangguan pada satu penyulang menjadi penghambat utama meski gardu induk dan daya pembangkitan telah siap.

PLN mengerahkan personel, material, dan peralatan untuk memperbaiki jaringan serta mengganti tiang yang rusak. Perusahaan berharap penyulang tersebut dapat dipulihkan pada hari yang sama bila keadaan kebencanaan memungkinkan pekerjaan dilaksanakan dengan aman.

Kabupaten Nagekeo dan Reo menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dilaporkan mengalami dampak cukup berat. Pemetaan titik kerusakan dan kebutuhan penanganan dilakukan untuk mengarahkan sumber daya secara lebih terfokus.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan personel dan peralatan dipusatkan ke dua wilayah tersebut. Bantuan dari wilayah lain akan dimobilisasi jika dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan.

“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo,” ujar Eko. Pengerahan itu ditujukan agar pelanggan di daerah terdampak segera kembali memperoleh pasokan listrik.

Pasokan untuk Fasilitas Vital Didahulukan

Selama proses perbaikan berlangsung, PLN memprioritaskan listrik untuk fasilitas publik dan vital. Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, tempat pengungsian warga, serta layanan masyarakat masuk dalam titik yang didahulukan.

Pasokan yang andal diperlukan agar layanan dasar dan penanganan korban gempa dapat terus berjalan. PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri untuk mendukung pemulihan kelistrikan di daerah terdampak.

Eko menyatakan proses pemulihan akan terus dikawal sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Fokus pekerjaan kini berada pada pemulihan jaringan distribusi dengan keselamatan personel sebagai syarat utama.

Baca Juga