Zulay Pogba membantah anggapan bahwa Paul Pogba kembali bermain sepak bola demi uang. Istri gelandang Prancis itu menegaskan keluarganya tidak memiliki persoalan finansial di tengah tudingan yang muncul setelah cedera terbaru Pogba.
“Dan kepada mereka yang mengatakan ia kembali demi uang, percayalah, kami baik-baik saja secara finansial, alhamdulillah,” ujar Zulay. Ia juga menekankan bahwa tidak seorang pun dapat menentukan kapan Pogba harus mengakhiri kariernya.
“Kepada semua yang mengatakan Paul harus pensiun atau bahwa ia kembali ke sepak bola demi uang, izinkan saya memperjelas ini: hanya Allah yang tahu kapan dia akan pensiun,” kata Zulay, dikutip dari AS Diario. Pernyataan tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang mempertanyakan motivasi dan masa depan suaminya.
Masalah Kebugaran di AS Monaco
Perdebatan mengenai masa depan Pogba menguat setelah ia mengalami cedera otot ketika menjalani pramusim bersama AS Monaco. Cedera itu menambah daftar gangguan fisik yang menghambat kiprahnya dalam beberapa waktu terakhir.
Monaco disebut menawarkan opsi pemutusan kontrak setelah masalah kebugaran tersebut. Padahal, kontrak Pogba bersama klub itu masih berlaku hingga musim panas 2027.
Pogba bergabung dengan Monaco pada 2025, tetapi belum mampu menemukan kontinuitas penampilan. sport.detik.com melaporkan bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut baru bermain enam kali karena sempat absen lama akibat cedera betis.
Catatan itu memicu desakan dari sebagian penggemar agar Pogba pensiun. Mereka menilai cedera berulang membuat peluangnya untuk kembali bermain secara konsisten semakin berat.
Kritik terhadap Penghakiman di Media Sosial
Zulay menilai kritik terhadap Pogba sudah melewati batas ketika bergeser menjadi penghinaan dan penghakiman terhadap kehidupan pribadi keluarganya. Ia menyoroti kemudahan orang menyampaikan penilaian tanpa memikirkan dampaknya bagi pihak yang menjadi sasaran.
“Media sosial menerima segalanya. Orang-orang dapat duduk di balik layar dan mengatakan apa pun yang mereka inginkan, menghina seseorang, mempertanyakan niat mereka, dan melupakan bahwa ada manusia sungguhan di sisi lain,” ujarnya.
Bagi Zulay, perjalanan Pogba tidak dapat dipisahkan dari prestasi yang telah dicapai. Ia mengingatkan bahwa suaminya telah menjadi bagian dari skuad Prancis saat menjuarai Piala Dunia 2018.
“Bagi mereka yang bertanya-tanya apa yang masih harus ia buktikan, izinkan saya mengingatkan Anda bahwa dia telah mencapai mimpi yang diimpikan setiap pemain sepakbola di dunia sejak kecil,” tegas Zulay. Pernyataan itu menegaskan penolakannya terhadap anggapan bahwa Pogba harus terus membuktikan diri kepada publik.
Sebelum bergabung dengan AS Monaco, Pogba juga sempat menjalani larangan bermain setelah gagal dalam tes doping. Cedera dan hambatan lain memang membuat kariernya menjadi bahan diskusi, tetapi Zulay menegaskan keputusan pensiun tetap sepenuhnya berada pada Pogba.






