Whiskey yang semestinya diminum pernah digunakan Tommy Lee dengan cara yang sangat berbahaya saat ia kehabisan heroin. Bersama Nikki Sixx, drummer Mötley Crüe itu menyuntikkan Jack Daniel’s dan kemudian menyadari tindakan tersebut dapat berakibat fatal.
Pengalaman itu menjadi salah satu penanda masa kelam Lee dalam menghadapi kecanduan. Ia memandang kejadian tersebut sebagai titik ketika kondisi dirinya terlihat sangat memprihatinkan.
Keputusan berisiko saat persediaan habis
Tommy Lee mengungkap cerita tersebut dalam podcast Armchair Expert. Peristiwa itu, menurut laporan Medcom.id, terjadi pada 1989 ketika ia dan Nikki Sixx menginap di sebuah hotel.
Lee dan Sixx dikenal sebagai “Terror Twins” pada era tersebut. Saat heroin tidak lagi tersedia, keduanya menggunakan minuman beralkohol sebagai pengganti dengan metode yang tidak semestinya.
Lee mengenang Jack Daniel’s dituangkan ke dalam tutup botol. Cairan itu lalu diisi ke beberapa suntikan sebelum digunakan.
“Kami menuangkan Jack Daniel’s ke tutup botol, lalu mengisinya ke dalam beberapa suntikan dan menyuntikkannya. Saat itulah saya berpikir, ‘Apa yang sebenarnya sedang terjadi?’” kata Lee.
Ia mengatakan mereka sebenarnya dapat mengonsumsi whiskey tersebut seperti biasa. Namun, pilihan untuk menyuntikkannya memperlihatkan seberapa jauh kecanduan telah memengaruhi keputusan mereka.
| Kejadian | Detail | Pengaruh bagi Lee |
|---|---|---|
| Hotel pada 1989 | Lee bersama Nikki Sixx kehabisan heroin | Memunculkan tindakan ekstrem |
| Penggunaan Jack Daniel’s | Whiskey dimasukkan ke beberapa suntikan | Menyadarkan risiko kematian |
| Dukungan band | Terapis dan pertemuan rutin | Membantu proses pemulihan |
Efek yang mengingatkan pada heroin
Lee mengaku masih mengingat sensasi alkohol yang masuk ke tubuh melalui suntikan. Menurutnya, efek tersebut terasa seperti ketika ia menggunakan heroin.
“Rasanya bisa benar benar terasa, sama seperti saat menggunakan heroin,” ujarnya. Kemiripan sensasi itu membuat pengalaman tersebut semakin kuat melekat dalam ingatannya.
Lee menyebut keputusan itu benar-benar salah dan berpotensi membunuh seseorang. Pernyataan tersebut menunjukkan kesadarannya mengenai risiko serius yang menyertai tindakan tersebut.
“Padahal kami bisa saja meminumnya, tetapi malah menyuntikkannya. Ini benar benar salah, dan seseorang bisa mati,” lanjutnya. Bagi Lee, tindakan itu menjadi pengingat tentang batas berbahaya yang pernah dilaluinya.
Langkah para anggota Mötley Crüe
Setelah menyadari situasi yang dihadapi, Lee dan personel Mötley Crüe memilih menjalani rehabilitasi secara terpisah. Nikki Sixx, Mick Mars, serta Vince Neil mengambil langkah serupa untuk menangani persoalan kecanduan masing-masing.
Band itu juga menunjuk terapis khusus untuk membantu anggotanya tetap berada di jalur pemulihan. Pertemuan rutin dilakukan untuk membahas penyesuaian terhadap kehidupan baru setelah rehabilitasi.
Menurut Lee, pertemuan tersebut membantu anggota band membangun pemahaman terhadap masalah satu sama lain. Ia menggambarkan proses itu rumit, namun sekaligus membuka banyak hal dalam hubungan mereka.
“Kami rutin berkumpul untuk membicarakan bagaimana masing masing menghadapi kehidupan yang baru. Dari situ, kami mulai saling memahami persoalan yang dihadapi satu sama lain,” kata Lee.
Tantangan alkohol belum selesai
Lee menyampaikan bahwa ia telah lama meninggalkan narkoba, tetapi perjuangannya dengan alkohol masih berlanjut. Ia menyebut masa terlama berhenti mengonsumsi alkohol adalah sekitar tiga tahun.
Keberhasilan berhenti minum justru pernah memunculkan rasa percaya diri berlebihan. Lee mengatakan ia kadang merasa ingin merayakan pencapaian tidak minum dengan kembali minum alkohol.
“Tiga tahun mungkin adalah waktu terlama saya benar benar berhenti. Kadang saya terlalu bersemangat, lalu berpikir, ‘Wah, saya sudah setahun tidak minum.’ Lalu saya merayakannya,” tuturnya.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan menghadapi kecanduan dapat penuh perubahan dan tantangan. Bagi Tommy Lee, peristiwa suntikan whiskey tetap menjadi peringatan atas dampak keputusan yang lahir dari ketergantungan.






