Vissel Kobe memiliki peluang melanjutkan awal musim positif ketika menjamu FC Tokyo di Noevir Stadium Kobe pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kobe baru saja menang 1-0 atas Avispa Fukuoka, sementara lawannya datang setelah mengalami kekalahan 1-5 dari FC Machida Zelvia.
Perbedaan hasil pada pertandingan sebelumnya menjadikan laga ini penting bagi kedua pihak. Kobe ingin mempertahankan kepercayaan diri di kandang, sedangkan FC Tokyo harus membuktikan bahwa kekalahan telak pada laga pembuka bukan gambaran utuh kemampuan mereka.
Persaingan Ketat di Klasemen
Klasemen yang dicantumkan menunjukkan kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua laga. Vissel Kobe berada di posisi kesembilan, sedangkan Tokyo menempati urutan ke-10.
| Tim | Posisi | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| Vissel Kobe | 9 | 2 | 3 |
| Tokyo | 10 | 2 | 3 |
Meski poinnya setara, catatan gol Tokyo lebih mengkhawatirkan setelah mencetak dua gol dan kebobolan lima kali. Kondisi itu membuat hasil di Kobe berpotensi penting untuk memperbaiki posisi dan suasana di sekitar tim.
Michael Skibbe menangani Kobe yang disebut menggunakan formasi 4-3-3. FC Tokyo, di bawah arahan Rikizo Matsuhashi, akan mencoba menghadirkan perlawanan melalui susunan 4-4-2.
Tantangan Tanpa Hashimoto
FC Tokyo tidak akan diperkuat Kento Hashimoto karena sanksi larangan bermain dua pertandingan. Kehilangan tersebut muncul sebagai dampak dari kartu merah yang diterimanya pada menit ke-38 saat melawan Machida.
Matsuhashi perlu menentukan alternatif untuk menjaga komposisi tim. Ia mengatakan ada dua pemain yang dapat dimainkan di kedua sisi dan menuntut setiap pemain yang dipilih tampil solid.
Pelatih FC Tokyo itu menilai persiapan skuad menunjukkan kesadaran akan nilai besar pertandingan di Kobe. “Tim telah berlatih dengan sikap yang sangat baik, pada tingkat yang layak untuk meraih poin, dan ada rasa yang kuat di seluruh skuad tentang betapa berartinya pertandingan ini,” kata Matsuhashi.
Ia juga menempatkan Kobe sebagai lawan yang harus dihadapi dengan ambisi tinggi. “Kami harus melampaui tim-tim seperti mereka,” ujarnya, merujuk pada standar prestasi yang dimiliki tuan rumah.
Pelajaran dari Laga Pembuka
FC Tokyo sebenarnya mengawali pertandingan melawan Machida dengan baik melalui gol Marcelo Ryan pada menit kelima di Ajinomoto Stadium. Keunggulan awal itu tidak bertahan setelah tim bermain dengan 10 orang dan kemudian kehilangan kendali pertandingan.
Sei Muroya menilai penampilan sebelum kartu merah memberi bahan positif bagi skuad. “Babak pertama sepenuhnya menjadi milik kami, dan kami membuat permulaan yang sangat baik,” kata kapten tersebut.
Muroya menambahkan bahwa tim masih dapat mengambil kepercayaan diri dari fase sebelum pelanggaran terjadi. “Saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa membuat kami menegakkan kepala hingga terjadinya pelanggaran yang berbuah kartu merah,” ujarnya.
Menurut Muroya, tantangan utama sekarang adalah menunjukkan reaksi yang tepat setelah kekalahan besar. “Ini tentang bagaimana kami merespons mulai dari sini,” katanya.
Keiin Sato juga menekankan besarnya tanggung jawab kepada para pendukung. Ia menyatakan FC Tokyo harus terus melangkah dan tidak membiarkan tim kalah dalam dua pertandingan secara beruntun.
“Para penggemar telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa dan menaruh harapan besar kepada kami, jadi kami harus terus melangkah,” kata Sato. Ia memastikan tim akan mengejar kemenangan pada pertandingan berikutnya.
Duel melawan Vissel Kobe akan mempertemukan tim tuan rumah yang membawa modal kemenangan dengan FC Tokyo yang berusaha keluar dari tekanan. Hasilnya akan menunjukkan seberapa jauh skuad Matsuhashi mampu menyesuaikan diri tanpa Hashimoto dan merespons kegagalan pada laga sebelumnya.






