USS Abraham Lincoln telah menjalani operasi dengan pelaut bertugas lebih dari 260 hari, tetapi Presiden AS Donald Trump menilai durasi itu belum terlalu lama. Penilaian tersebut memunculkan perdebatan karena masa tugas hampir sembilan bulan berlangsung di tengah kekhawatiran tentang tekanan mental dan kesejahteraan personel.
Trump menyatakan kapal induk itu akan segera digantikan oleh USS George Washington. Namun, sejumlah anggota Kongres menilai pergantian kapal tidak menghapus beban yang telah ditanggung pelaut dan keluarga mereka.
Pengganti telah bergerak dari Vietnam
USS George Washington dilaporkan meninggalkan Da Nang, Vietnam, pada pekan sebelumnya. Kapal induk itu dijadwalkan mengambil alih posisi USS Abraham Lincoln dalam operasi AS di Timur Tengah.
| Nama Kapal | Fungsi dalam Operasi | Kondisi Terkini |
|---|---|---|
| USS Abraham Lincoln | Menjalankan operasi AS terkait Iran | Pelaut menjalani tugas lebih dari 260 hari |
| USS George Washington | Pengganti yang dijadwalkan | Telah berangkat dari Da Nang |
Dalam percakapan dengan wartawan sebelum berangkat ke New York, Trump mengatakan kapal yang bertugas sedang bergerak atau akan segera bergerak. Ia juga menyebut kapal itu bakal digantikan oleh kapal lain yang sangat serupa.
“Kapal itu sedang bergerak saat ini, atau dalam waktu sangat dekat, dan bakal digantikan oleh kapal lain yang sangat serupa,” ujar Trump. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap keluhan keluarga prajurit mengenai penugasan yang melampaui 260 hari.
Kritik atas dampak bagi pelaut
Jason Crow menilai pernyataan presiden menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap anggota militer dan keluarga mereka. Anggota DPR AS itu merupakan veteran yang pernah menjalani tiga penugasan di Irak dan Afganistan bersama Divisi Lintas Udara ke-82 serta Resimen Ranger ke-75.
Dalam unggahan di X, Crow menulis bahwa Presiden Trump tidak peduli dengan para prajurit maupun keluarga mereka. Kritik itu menempatkan pengalaman keluarga pelaut sebagai salah satu isu utama dalam kontroversi penugasan panjang ini.
Richard Blumenthal, senator dari Connecticut, dan Ruben Gallego, senator dari Arizona, turut mendesak Pentagon bertanggung jawab atas kondisi kehidupan para personel. Keduanya menyoroti kesejahteraan pelaut yang harus berpisah dari keluarga untuk waktu lama.
Pete Hegseth membantah kabar mengenai kondisi buruk di kapal induk tersebut. Centcom juga membantah tudingan bahwa fasilitas untuk personel tidak memadai.
Operasi Iran dan perhatian kesehatan mental
Penugasan USS Abraham Lincoln berlangsung saat AS menjalankan operasi terkait Iran. Ketegangan militer antara kedua negara sempat menurun dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Angkatan Laut AS kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Pemerintahan Trump belum memaparkan cara yang jelas untuk menyelesaikan atau mengakhiri konflik tersebut. Situasi itu membuat kemungkinan penugasan panjang tetap menjadi perhatian bagi personel angkatan laut.
Angkatan Laut AS menyatakan tidak menemukan peningkatan ideasi maupun percobaan bunuh diri di USS Abraham Lincoln. Data lebih rinci tidak diberikan dengan alasan keamanan operasional dan kerahasiaan medis pasien.
France24 melaporkan seorang pejabat Angkatan Laut mengonfirmasi seorang pelaut jatuh ke laut pada awal Agustus. Pelaut tersebut diselamatkan, dievaluasi, dirawat oleh tim medis kapal, lalu dipindahkan untuk penanganan lanjutan.
Angkatan Laut menolak menghubungkan insiden itu dengan kemungkinan percobaan bunuh diri. Meski USS George Washington disiapkan sebagai pengganti, perhatian terhadap beban mental dan kehidupan pelaut selama operasi tetap belum mereda.






