Qatar menyatakan undangannya kepada tim Iran untuk membahas operasi pencarian dan penyelamatan awak Su-24 belum mendapat jawaban. Di saat bersamaan, Teheran menuduh Doha menahan tiga pilot yang disebut selamat dari insiden pesawat tersebut.
Undangan itu, menurut laporan Kompas yang mengutip New York Times, ditujukan agar pihak Iran memperoleh penjelasan mengenai rincian operasi pencarian dan penyelamatan. Qatar menyebut tim Iran diundang datang pada April, tetapi belum memberikan respons.
Perselisihan ini bukan hanya menyangkut operasi pencarian, melainkan juga status tiga penerbang yang keberadaannya diperdebatkan. Iran meminta penelusuran Komite Internasional Palang Merah, sementara Qatar menolak adanya penahanan.
Qatar Mengaku Mencari Awak Pesawat
Doha menyatakan tim pencarian dan penyelamatnya telah melakukan pencarian terhadap jenazah para pilot. Qatar juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Iran mengenai penyerahan jenazah salah satu penerbang yang ditemukan.
Pernyataan tersebut berbeda dengan posisi Iran yang menyebut tiga pilot masih hidup. Teheran menyatakan ketiganya ditangkap oleh otoritas Qatar setelah berhasil melontarkan diri dari pesawat.
Menurut Qatar, insiden itu bermula dari pelanggaran wilayah udaranya oleh pesawat Iran. Doha sebelumnya menyatakan militernya menembak jatuh dua jet pembom Su-24 Iran pada awal Maret.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan kontak sempat dilakukan dengan para pilot setelah pelanggaran wilayah udara terjadi. Ia menyatakan Qatar mengambil tindakan pertahanan setelah upaya komunikasi tidak memperoleh tanggapan.
“Setelah mengikuti aturan keterlibatan dan mencoba berkomunikasi dengan mereka tanpa menerima tanggapan, langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk mempertahankan wilayah kami sesuai dengan hukum internasional,” ujar al-Ansari. Qatar menempatkan tindakan itu sebagai bagian dari perlindungan wilayah sesuai hukum internasional.
Teheran Sebut Tiga Pilot Ditangkap
Versi Iran disampaikan Jenderal Seyed Mohammad Bagherzadeh, Komandan Komite Pencarian Orang Hilang Angkatan Bersenjata Iran, melalui surat kepada Komite Internasional Palang Merah. Surat itu dipublikasikan media Iran dan memuat penjelasan rinci Teheran mengenai nasib awak pesawat.
Bagherzadeh menyatakan para penerbang menjalankan operasi menggunakan jet Su-24 pada 2 Maret. Pesawat tersebut disebut terkena “pertahanan musuh”, kemudian para pilot melontarkan diri.
| Nama | Keterangan Menurut Iran |
|---|---|
| Javad Salehi | Selamat dan disebut ditangkap Qatar |
| Abdolmajid Dashtian | Selamat dan disebut ditangkap Qatar |
| Omran Behraveshian | Selamat dan disebut ditangkap Qatar |
| Majid Kazemi | Dilaporkan meninggal dunia |
Dalam suratnya, Bagherzadeh menyebut Qatar belum mengizinkan para tahanan bertemu atau berbicara dengan keluarga dan pejabat yang menangani perkara mereka. Ia meminta Palang Merah mengunjungi para pilot, memeriksa keadaan mereka, serta membantu proses pembebasan.
Sebelum surat tersebut muncul, otoritas Iran hanya menyatakan nasib para pria itu belum diketahui. Komite Internasional Palang Merah belum menanggapi permintaan komentar terkait surat dari Iran.
Bantahan Tegas dari Doha
Al-Ansari membantah klaim bahwa Qatar menahan pilot Iran dan menyebut tuduhan itu menyesatkan. Ia menilai pernyataan tersebut muncul ketika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan kawasan masih berlangsung.
“Kami dengan tegas membantah klaim yang beredar mengenai penahanan pilot Iran dan terkejut dengan pernyataan yang menyesatkan ini pada saat ini, di tengah upaya dan inisiatif diplomatik yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut,” tulisnya.
Hingga kini, Qatar dan Iran tetap menyampaikan keterangan yang bertolak belakang mengenai tiga awak Su-24. Tidak adanya tanggapan atas undangan Doha serta permintaan Iran kepada Palang Merah membuat sengketa tersebut belum menunjukkan titik penyelesaian.






