Bukan Sekadar Otomasi, Toyota Andalkan AI untuk Menguatkan Peran Pekerja Pabrik

Toyota memandang AI bukan semata-mata sebagai alat otomasi untuk menggantikan pekerjaan manusia. Perusahaan justru ingin memakai teknologi tersebut untuk memperkuat keterampilan pekerja dan meningkatkan efisiensi manufaktur.

Arah ini akan terlihat pada pabrik baru Toyota di Toyota City, Prefektur Aichi, Jepang. Fasilitas tersebut dirancang untuk memadukan robot dan AI dalam proses produksi kendaraan.

Manusia Tetap Memegang Pengetahuan Produksi

Presiden dan CEO Toyota Motor, Kon Kenta, menekankan bahwa robot tidak dapat mengambil alih seluruh keahlian di lini produksi. Menurut dia, hanya kemampuan tertentu yang bisa diajarkan kepada mesin untuk mendukung pekerjaan.

“Ada kemampuan yang tidak bisa digantikan robot. Namun ada juga kemampuan yang bisa diajarkan kepada robot,” kata Kon, seperti dikutip NHK World. Ia juga menyebut AI berpeluang mengajarkan keterampilan kepada manusia maupun robot.

Meski teknologi semakin maju, Toyota tetap menganggap sentuhan dan pengetahuan pekerja sebagai bagian penting dari manufaktur kendaraan. Perusahaan juga akan mendengarkan masukan pekerja lapangan dalam pengembangan proses produksi.

Penegasan itu menempatkan lini produksi sebagai sumber nilai utama bagi Toyota. Otomasi dipersiapkan untuk mendukung pekerjaan yang ada, bukan untuk menghapus kebutuhan akan penilaian manusia di pabrik.

Pabrik Baru Mengusung Efisiensi Terpadu

Robot dan AI di fasilitas baru Toyota ditujukan untuk membuat pekerjaan lebih efisien. Teknologi tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai kontribusi pekerja melalui sistem produksi yang lebih canggih.

Pendekatan Toyota tidak hanya berfokus pada kecepatan kerja mesin. Perusahaan ingin memastikan teknologi dapat membantu tugas yang tetap membutuhkan keterampilan dan pengambilan keputusan di lapangan.

LangkahTujuan
Penggunaan robotMembantu pekerjaan yang keterampilannya dapat diajarkan
Penerapan AIMendukung pembelajaran manusia dan robot
Masukan pekerjaMenjaga peran pengetahuan lapangan dalam produksi
Pengurangan komponenMendukung efisiensi produksi dan ruang penyimpanan

Kaizen Tetap Menjadi Dasar

Di balik rencana pabrik berbasis AI, Toyota tetap berpegang pada filosofi kaizen atau perbaikan berkelanjutan. Prinsip itu digunakan untuk mencari peningkatan efisiensi secara terus-menerus dalam kegiatan produksi.

Upaya tersebut turut mencakup penyederhanaan jumlah komponen pada kendaraan. Toyota berharap langkah itu dapat membuat pengembangan dan produksi berjalan lebih efisien.

Jumlah komponen yang lebih sederhana juga diharapkan mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan di pabrik. Kebijakan itu selaras dengan dasar Sistem Produksi Toyota yang menekankan pengurangan persediaan serta penggunaan ruang secara efisien.

“Titik dasar sistem produksi Toyota adalah memangkas biaya dengan mengurangi persediaan dan ruang yang dibutuhkan untuk penyimpanan,” ujar Kon. Menurut dia, inisiatif dasar itu akan tetap dikembangkan di tengah kemajuan otomasi dan AI.

Strategi Toyota memperlihatkan bahwa digitalisasi pabrik tidak dipisahkan dari prinsip manufaktur yang telah lama dijalankan perusahaan. Robot, AI, penyederhanaan komponen, dan keterlibatan pekerja disatukan untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

Baca Juga