350.000 Diaspora dan Agenda Strategis Mengiringi Kunjungan To Lam ke Australia

Sekitar 350.000 warga Australia memiliki warisan budaya Vietnam, sebuah ikatan sosial yang mengiringi kunjungan Presiden Vietnam To Lam ke Canberra. Lawatan tersebut berlangsung saat kedua negara berupaya memperdalam kemitraan di bidang ekonomi dan strategis.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai hubungan antarkedua negara bertumpu pada kepercayaan yang lebih luas daripada kepentingan dagang. Kunjungan To Lam juga bertepatan dengan malam sensus nasional Australia, ketika pengunjung internasional disebut wajib ikut berpartisipasi.

Kepercayaan Strategis Jadi Dasar

To Lam memulai perjalanan resmi dengan Australia sebagai tujuan pertama selama empat hari yang dimulai pada Minggu. Pembicaraan perdagangan resmi dijadwalkan berlangsung di Canberra pada Selasa setelah kedatangannya.

Australia dan Vietnam telah menandatangani Kemitraan Strategis Komprehensif pada Maret 2024. Kerangka itu membuka cakupan hubungan bilateral yang lebih luas, termasuk ekonomi, pertahanan, pendidikan, energi, dan transformasi digital.

Albanese menyatakan kunjungan tersebut memberi peluang bagi Canberra dan Hanoi untuk memperdalam kemitraan. “Hubungan Vietnam-Australia didasari oleh kepercayaan strategis yang mendalam, kepentingan bersama, dan ambisi bersama untuk masa depan kawasan kita,” kata Albanese.

Ia juga menyinggung kedekatan budaya yang dibentuk oleh diaspora Vietnam di Australia. “Bangsa kita berbagi ikatan budaya yang mendalam dan sekitar 350.000 warga Australia memiliki warisan budaya Vietnam,” ujarnya.

Tahap LawatanWaktu yang DisebutkanAgenda Utama
AustraliaEmpat hari mulai Minggu; Canberra pada SelasaPenguatan kemitraan bilateral dan pembicaraan perdagangan
Selandia BaruAuckland pada RabuPertemuan dengan Christopher Luxon dan pengembangan kerja sama

Berlanjut ke Auckland

Setelah agenda di Australia, To Lam dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Auckland pada Rabu. Ia akan bertemu Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon untuk membahas pengembangan hubungan kedua negara.

Luxon menyebut Vietnam sebagai mitra yang semakin signifikan bagi Selandia Baru di Asia. Ia menilai Vietnam merupakan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan paling cepat di kawasan tersebut.

“Vietnam adalah salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia dan mitra yang semakin signifikan bagi Selandia Baru,” kata Luxon. Pemerintah Selandia Baru melihat peluang pengembangan hubungan pada sejumlah sektor ekonomi dan sosial.

Bidang yang ditargetkan mencakup pangan dan serat, pendidikan, pariwisata, teknologi, penerbangan, serta investasi. “Kami ingin membangun pertumbuhan itu di seluruh bidang pangan dan serat, pendidikan, pariwisata, teknologi, penerbangan, dan investasi,” ujar Luxon.

Perluasan Hubungan Internasional Vietnam

To Lam resmi menjabat di Hanoi dua bulan setelah Vietnam dan Australia menandatangani Kemitraan Strategis Komprehensif pada Maret 2024. Sejak menjabat, ia terus mendorong perluasan perdagangan internasional Vietnam.

Salah satu langkah dalam agenda tersebut adalah pertemuannya dengan Donald Trump di Washington DC pada Februari lalu. Kunjungan ke Australia dan Selandia Baru menambah rangkaian diplomasi yang menempatkan kerja sama perdagangan, investasi, dan sektor strategis sebagai perhatian utama.

Rute Canberra-Auckland mempertemukan Vietnam dengan dua mitra yang memiliki fokus kerja sama berbeda namun saling melengkapi. Di Australia, penekanannya mencakup kemitraan strategis yang lebih dalam, sedangkan agenda Selandia Baru mengarah pada diversifikasi sektor ekonomi.

Baca Juga