Target Hidup Sehat Naik 5 Tahun, Pemerintah Ubah Arah Layanan Kesehatan Nasional

Pemerintah menargetkan angka harapan hidup sehat masyarakat Indonesia meningkat dari 60 tahun menjadi 65 tahun. Target ini berjalan beriringan dengan perubahan arah layanan kesehatan yang lebih menekankan pencegahan daripada menunggu warga sakit.

Angka harapan hidup juga ditetapkan naik dari 72 tahun menjadi 76 tahun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memandang warga yang sehat sebagai modal utama untuk menjaga produktivitas ekonomi.

IndikatorKondisi awalTarget
Angka harapan hidup72 tahun76 tahun
Angka harapan hidup sehat60 tahun65 tahun

Perubahan dari Pengobatan ke Pencegahan

Budi menegaskan Indonesia tidak akan menjadi negara maju hanya dengan memperbanyak rumah sakit. Ia menilai pencegahan penyakit, pemeriksaan dini, dan pendampingan kesehatan perlu menjadi lapisan pertama pelayanan.

Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Menurutnya, mengobati orang sakit bukan strategi awal dalam membangun bangsa yang produktif.

Edukasi pola hidup sehat, imunisasi, dan skrining menjadi bagian dari pendekatan yang didorong pemerintah. Tujuannya adalah mendeteksi gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Reformasi layanan juga menggeser pola kerja puskesmas yang sebelumnya berorientasi pada penyakit. Pendekatan baru diarahkan pada masyarakat serta kebutuhan kesehatan sepanjang siklus kehidupan.

Perangkat Layanan untuk Wilayah 3T

Penguatan pelayanan primer tidak hanya dipusatkan di wilayah perkotaan. Pemerintah memperluas jangkauan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau daerah 3T.

Sebanyak 300 ribu alat antropometri modern direncanakan didistribusikan untuk Posyandu dalam dua tahun. Pemerintah juga mengirimkan 10 ribu alat USG ke puskesmas.

Program imunisasi nasional bertambah dari 11 menjadi 14 jenis vaksin. Perluasan ini menjadi salah satu perangkat untuk menjaga kesehatan penduduk sejak tahap awal kehidupan.

Budi mengakui pelaksanaan transformasi tersebut belum sepenuhnya sempurna. Namun, ia menyebut penguatan layanan primer sebagai salah satu transformasi besar dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia.

Taruhan di Tengah Bonus Demografi

Arah kebijakan kesehatan ini terkait dengan waktu Indonesia yang terbatas dalam memanfaatkan bonus demografi. Budi memperkirakan pendapatan nasional bruto per kapita perlu naik dari sekitar US$5.000 menjadi US$14.000 pada kisaran 2035-2040.

Tanpa peningkatan kualitas kesehatan penduduk usia produktif, Indonesia berisiko tetap berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah. Karena itu, kesehatan diposisikan sebagai fondasi yang mendukung kemampuan masyarakat bekerja dan berkontribusi.

NegaraPerkembangan setelah puncak bonus demografi
JepangMenjadi negara maju dalam 3 tahun
SingapuraMenjadi negara maju dalam 5 tahun
Korea SelatanMenjadi negara maju dalam 5 tahun
TaiwanMenjadi negara maju sekitar 2 tahun
ThailandMasih berada di tingkat pendapatan menengah

Budi menyinggung pengalaman Thailand yang telah melewati puncak bonus demografi sejak 2009, tetapi masih berada pada tingkat pendapatan menengah. Ia meminta energi nasional tidak habis dalam konflik dan saling menghujat ketika peluang mengejar kemajuan masih terbuka.

Ia juga mendorong peneliti menghasilkan riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kontribusi terhadap kesehatan penduduk dinilai lebih penting untuk membangun masa depan Indonesia.

Baca Juga