Tanin dalam teh hijau dapat meningkatkan produksi asam lambung dan berpotensi mengiritasi lapisan lambung ketika dikonsumsi sebelum makan. Karena itu, minuman yang sering dianggap sehat ini dapat menimbulkan mual pada sebagian orang bila diminum saat perut kosong.
Risiko keluhan menjadi lebih besar pada orang dengan lambung sensitif, gastritis, penyakit asam lambung, atau sensitivitas terhadap kafein. Seduhan yang terlalu pekat dan kebiasaan minum beberapa cangkir sekaligus dapat memperburuk ketidaknyamanan tersebut.
Gejala Tidak Selalu Sama pada Setiap Orang
Keluhan yang dapat muncul mencakup rasa mual, perut tidak nyaman, kembung, refluks asam, dan sensasi panas di dada. Tidak semua peminum teh hijau akan mengalami gejala ini, sehingga respons tubuh perlu menjadi pertimbangan utama.
Orang yang belum terbiasa minum teh tanpa makanan juga dapat lebih mudah merasa tidak nyaman. Kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan membuat keluhan pencernaan lebih terasa pada kelompok tertentu.
| Kondisi Konsumsi | Risiko Keluhan | Penyesuaian yang Dapat Dilakukan |
|---|---|---|
| Perut kosong | Mual dan peningkatan asam lambung | Minum setelah sarapan |
| Seduhan pekat | Gangguan pencernaan lebih mungkin muncul | Gunakan seduhan yang tidak terlalu kuat |
| Beberapa cangkir pada pagi hari | Ketidaknyamanan lambung dapat meningkat | Kurangi jumlah konsumsi |
Siapa yang Sebaiknya Mengubah Waktu Minum
Archana, Chief Dietitian KIMS Hospitals Mahadevapura, menyatakan bahwa keluhan seusai minum teh hijau tanpa makanan cukup sering ditemui. Kondisi tersebut terutama terlihat pada orang yang sensitif terhadap kafein dan mereka yang mengalami kelebihan asam lambung.
Penderita gastritis dan penyakit asam lambung perlu lebih berhati-hati karena kafein dapat merangsang produksi asam lambung. Tanin juga dapat meningkatkan keasaman, yang kemudian memicu mual, perut kembung, atau rasa panas di dada.
Edwina Raj, Head of Services, Clinical Nutrition and Dietetics Aster CMI Hospital Bengaluru, menjelaskan bahwa iritasi dapat terjadi ketika tanin dikonsumsi tanpa makanan. Keluhan tersebut dapat semakin terasa apabila teh yang diminum memiliki seduhan lebih pekat.
Setelah Makan Menjadi Pilihan yang Lebih Nyaman
Minum teh hijau setelah sarapan atau sesudah makan ringan dapat menjadi pilihan bagi orang yang mudah merasa mual. Kacang-kacangan dan roti gandum disebut dapat digunakan sebagai pendamping agar lambung tidak dalam keadaan kosong.
Pengaturan jumlah konsumsi juga penting, bukan hanya perubahan waktunya. Bila tubuh masih menunjukkan keluhan, minum teh hijau dalam porsi lebih sedikit atau memilih pilihan berkadar kafein lebih rendah dapat dipertimbangkan.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu, terutama bagi orang yang mudah mengalami gangguan lambung. Mual yang terus berlanjut perlu dikonsultasikan kepada dokter atau ahli gizi untuk mencari kemungkinan penyebab lain pada saluran pencernaan.
Teh Hijau Tetap Memiliki Manfaat
Keluhan lambung tidak serta-merta membuat teh hijau harus dihindari seluruhnya. Manfaatnya tetap dapat diperoleh dengan menyesuaikan waktu, jumlah, dan kekuatan seduhan dengan kondisi tubuh.
Studi tahun 2020 dalam European Journal of Clinical Nutrition mengaitkan konsumsi teh hijau dengan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker yang lebih rendah. Sementara itu, bukti manfaat teh hijau untuk mencegah diabetes serta membantu penurunan berat badan masih membutuhkan penelitian lanjutan.
Bagi orang yang selalu merasa mual setelah minum teh hijau sebelum makan, perubahan kebiasaan menjadi setelah sarapan dapat dicoba. Pilihan tersebut memungkinkan konsumsi teh hijau tetap dilakukan tanpa mengabaikan kenyamanan lambung.






