Tanamalia Baru di FEL 2, Rencana Tambang Nikel Vale 2029 Belum Final

Proyek Tanamalia milik PT Vale Indonesia Tbk masih berada pada tahap Front End Loading atau FEL 2. Posisi ini menunjukkan rencana tambang nikel tersebut belum memasuki tahap rencana eksekusi, meski operasi diproyeksikan dapat dimulai pada 2029.

FEL 2 berfokus pada pemilihan alternatif pengembangan proyek. Karena masih berada pada fase studi, jadwal operasi Tanamalia tetap bergantung pada hasil eksplorasi, desain, serta evaluasi risiko.

Arti Posisi Tanamalia di FEL 2

Berdasarkan laman resmi Vale Indonesia, FEL merupakan panduan manajemen proyek yang dipakai untuk mengarahkan perencanaan dan pengembangan. Metode ini menilai berbagai unsur sebelum perusahaan mengambil langkah menuju pelaksanaan proyek.

Aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan bisnis menjadi bagian dari penilaian dalam tahapan FEL. Dengan demikian, keberadaan kandungan nikel saja belum cukup untuk menentukan kelanjutan kegiatan tambang.

Tahap FELTujuan Utama
FEL 1Kelayakan bisnis
FEL 2Pemilihan alternatif
FEL 3Rencana eksekusi

Tahap FEL 1 digunakan untuk melihat kelayakan bisnis proyek. Setelah pemilihan alternatif pada FEL 2, proyek baru dapat bergerak menuju penyusunan rencana eksekusi pada FEL 3.

Vale saat ini masih menghimpun data mengenai kandungan nikel di Tanamalia. Pengolahan data tersebut akan menjadi dasar dalam proses penentuan kelanjutan aktivitas penambangan.

Eksplorasi dan Desain Berlanjut hingga 2027

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah mengatakan pendetailan eksplorasi masih dilakukan pada 2027. Pekerjaan itu mencakup studi eksplorasi tahap kedua dan pendetailan desain proyek.

“2027 tuh proses pendetailan eksplorasi ya, studi eksplorasi tahap 2 dan nanti ada pendetailan desain,” kata Budiawansyah, seperti dikutip CNBC Indonesia. Ia menyebut kemungkinan operasi pada 2029 sebagai estimasi atau perkiraan perusahaan.

Tanamalia berada di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Proyek ini menjadi salah satu rencana pengembangan tambang baru Vale di tengah proses pengumpulan data mineral dan penyusunan rancangan.

Risiko Tidak Dipisahkan dari Pengembangan Tambang

Vale juga menempatkan studi ekologi dan kebencanaan dalam rangkaian pengembangan proyek Tanamalia. Kajian itu dibutuhkan agar kegiatan tambang dapat dijalankan secara aman sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan.

Budiawansyah menyatakan risiko harus dievaluasi secara menyeluruh, termasuk tingkat kematangan risiko di suatu wilayah. Ia menyebut studi kebencanaan dan evaluasi lain juga diterapkan untuk menelaah risiko di Sorowako.

“Jadi harus clear, kita lakukan studi ekologi, kita lakukan studi kebencanaan di situ,” ujar Budiawansyah. Pendekatan serupa disebut turut dilakukan di Bahodopi sebelum proyek pertambangan dikembangkan lebih jauh.

Rangkaian penilaian tersebut membuat keputusan akhir mengenai Tambang Tanamalia belum diumumkan. Target 2029 baru dapat tercapai apabila eksplorasi, desain, dan berbagai kajian risiko menghasilkan dasar yang memadai bagi pengembangan proyek.

Baca Juga