Pelestari budaya, pengembang pendidikan nonformal, inovator kesehatan, dan penggerak pangan lokal mendapat ruang dalam DPD RI Awards 2026. Nominasi untuk penghargaan ini dapat diajukan sampai 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
Ajang tersebut menempatkan kontribusi dari daerah sebagai perhatian utama. Tokoh atau kelompok yang bekerja konsisten di sektor masyarakat berpeluang memperoleh pengakuan melalui kategori utama maupun penghargaan khusus.
Budaya Menjadi Salah Satu Perhatian
Kategori Pelestari Budaya Daerah diarahkan kepada individu yang aktif mengembangkan, melestarikan, dan mempromosikan warisan budaya. Jangkauan kontribusinya dapat berada pada tingkat nasional ataupun internasional.
Pelestarian diperlukan agar pengetahuan, nilai, serta praktik tradisi tidak terputus oleh perubahan zaman. Olahraga tradisional dan seni bela diri juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.
Pencak silat merupakan salah satu warisan Indonesia yang telah menerima pengakuan internasional. UNESCO mengakuinya sebagai Warisan Budaya Takbenda pada Desember 2019 di Bogota, Kolombia.
Pengakuan itu memperkuat posisi pencak silat dalam kekayaan budaya Indonesia. Di sisi lain, seni dan olahraga tradisional lain tetap membutuhkan perhatian agar tidak berhenti dikenal oleh komunitas yang terbatas.
Empat Jalur Penghargaan
DPD RI Awards 2026 mengelompokkan nominasi ke dalam empat bidang yang menyoroti dampak nyata bagi masyarakat. Kategori tersebut mencerminkan isu pendidikan, kesehatan, pangan, dan kebudayaan di berbagai daerah.
| Kategori | Fokus |
|---|---|
| Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah | Metode inovatif untuk memperluas kesempatan belajar masyarakat. |
| Inovator Teknologi Kesehatan | Riset klinis, obat, terapi, atau alat kesehatan yang bermanfaat. |
| Penggerak Desa Mandiri Pangan | Penguatan pangan lokal melalui pemberdayaan berkelanjutan. |
| Pelestari Budaya Daerah | Pelestarian dan promosi warisan budaya daerah. |
Bidang pendidikan terbuka bagi individu yang mendorong akses belajar melalui pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah. Kontribusi dalam menciptakan metode pembelajaran inovatif menjadi titik perhatian penilaian.
Kategori teknologi kesehatan dapat diikuti individu, akademisi, maupun profesional yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Cakupan inovasinya meliputi riset klinis, penemuan obat, terapi, dan alat kesehatan.
Pada bidang pangan, penghargaan mengangkat tokoh yang mengoptimalkan kekuatan pangan lokal. Kemandirian pangan desa diharapkan tumbuh sejalan dengan keterlibatan masyarakat yang berkelanjutan.
Apresiasi untuk Kontribusi yang Konsisten
Selain kategori utama, terdapat Special Recognition Awards bagi tokoh atau kelompok yang memperlihatkan kontribusi konsisten bagi daerah masing-masing. Penghargaan ini dapat menjangkau kerja di bidang sosial, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelestarian lingkungan.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengatakan penghargaan tersebut bertujuan mengangkat tokoh daerah yang bekerja tanpa banyak sorotan nasional. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan pusat pemerintahan atau kota besar, tetapi juga inisiatif masyarakat di berbagai wilayah.
DPD RI Awards 2026 dikaitkan dengan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan anggota DPD RI dalam kebijakan nasional. Sultan menilai masih banyak penggerak di sejumlah sektor yang belum memperoleh apresiasi memadai.
Informasi pembukaan nominasi ini dilansir Detik Sport. Masyarakat dapat mengajukan sosok atau kelompok yang dinilai konsisten membawa manfaat sebelum masa pendaftaran berakhir.






