Warna Cerah Sukayo Studio Menyimpan Pesan Sosial, dari Pin sampai Totebag

Warna cerah pada pin akrilik, kaus, dan totebag Sukayo Studio tidak hanya ditujukan untuk menarik perhatian pembeli. Di balik bentuk visual yang mudah dikenali, terdapat pesan tentang lingkungan, pertumbuhan diri, persoalan sosial, dan nilai kemanusiaan.

Perbedaan respons pembeli juga terlihat saat produk dipasarkan dalam bazar dan kegiatan komunitas kreatif di Blitar. Anak-anak cenderung menyukai pin berwarna cerah, sementara kalangan dewasa lebih banyak memilih kaus serta totebag dengan pesan yang lebih filosofis.

Sukayo Studio merupakan karya Milatun Nabila, ilustrator asal Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu menjadikan merchandise sebagai medium komunikasi visual yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Barang Pakai yang Membawa Gagasan

Merchandise kerap dipahami sebagai benda pakai atau cendera mata. Pada karya Mila, barang-barang tersebut digunakan untuk menghadirkan isu yang dapat direnungkan tanpa disampaikan secara menggurui.

Salah satu desainnya, “Ocean”, menggambarkan laut yang dipenuhi limbah plastik. Narasi pada karya tersebut menjadi ajakan untuk memberi perhatian pada dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Pendekatan Sukayo Studio menempatkan warna dan bentuk sebagai pintu masuk bagi audiens. Makna yang tersimpan dalam desain kemudian memberi alasan bagi pembeli untuk melihat ilustrasi lebih lama.

Menurut blitarkawentar.jawapos.com, Mila memandang seni visual sebagai sarana komunikasi yang efektif. Gagasan dapat diterima audiens tanpa menimbulkan kesan berat atau menghakimi.

Merchandise dalam Berbagai Rentang Harga

Pilihan produk Sukayo Studio tersedia dari barang kecil hingga produk pakai berukuran lebih besar. Harga yang beragam memungkinkan masyarakat mengenal karya ilustrasi melalui pilihan sesuai kebutuhan dan minatnya.

ProdukHarga
Pembatas bukuRp5 ribu
PinRp10 ribu
PostcardRp15 ribu
TotebagRp68 ribu
KausRp148 ribu

Pembatas buku, pin, dan postcard menawarkan cara sederhana untuk membawa ilustrasi ke dalam rutinitas. Totebag dan kaus memberi ruang lebih luas bagi visual serta pesan filosofis yang menjadi karakter karya tersebut.

Seluruh produk diproduksi bersama vendor lokal menggunakan teknik cetak DTF atau direct to film. Teknik ini dipakai agar warna ilustrasi tetap cerah dan mendekati karakter desain aslinya ketika diterapkan pada beragam media.

Jangkauan dari Event Lokal

Instagram dan event lokal masih menjadi jalur pemasaran utama Sukayo Studio. Bazar memungkinkan pengunjung melihat ragam merchandise secara langsung sekaligus mengetahui isu yang dibawa setiap desain.

Kehadiran dalam kegiatan lokal juga mempertemukan karya Mila dengan pengunjung dari usia yang berbeda. Kondisi ini memperlihatkan bahwa satu gagasan visual dapat diterima melalui jenis produk yang tidak sama.

Sukayo Studio tengah menyiapkan katalog di Shopee untuk memperluas akses pasar. Rencana tersebut akan membuka peluang bagi pembeli di luar pertemuan komunitas dan agenda lokal untuk mendapatkan produknya.

Dengan memanfaatkan benda yang dipakai sehari-hari, ilustrasi Sukayo Studio berfungsi melampaui unsur hiasan. Pembatas buku, pin, postcard, totebag, dan kaus menjadi pengingat sederhana mengenai lingkungan serta kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga