Sejumlah penelitian menunjukkan rompi pemberat dapat membantu menekan kehilangan massa tulang dan meningkatkan kepadatan mineral tulang pada kelompok tertentu. Meski demikian, alat ini tetap perlu digunakan dengan hati-hati karena beban dan jenis gerakan dapat menentukan risiko cedera.
Riset tahun 2007 yang disorot lifestyle.kompas.com mencatat wanita pascamenopause yang rutin berolahraga dengan rompi pemberat selama 12 pekan mengalami penurunan kehilangan massa tulang. Studi lain pada 2015 menemukan peningkatan signifikan kepadatan mineral tulang pada wanita dengan gejala pengeroposan tulang setelah penggunaan selama enam bulan.
Hasil tersebut tidak berarti rompi dapat digunakan dengan aturan yang seragam untuk semua orang. Orang dengan osteoporosis berat atau riwayat patah tulang memerlukan pertimbangan medis sebelum menambah beban dalam latihan.
Risiko Lebih Besar pada Kelompok Tertentu
Orang dengan osteoporosis, serta mereka yang pernah mengalami patah tulang belakang atau pinggul, perlu memulai dari rompi berbobot lebih ringan. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk memilih bentuk latihan yang aman.
Gerakan melompat menggunakan rompi dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang melalui aktivitas benturan. Namun, penderita osteoporosis parah dianjurkan menghindari lompatan karena risiko jatuh dan cedera.
Pemula juga sebaiknya tidak memakai rompi ketika mencoba latihan baru. Tambahan beban dapat memperburuk postur atau teknik gerakan yang belum dikuasai.
Dr. Joseph Lipana menyarankan pengguna tanpa osteoporosis atau osteopenia untuk memulai dengan bobot sekitar 2 hingga 5 kilogram. Setelah tubuh beradaptasi, beban dapat ditambah secara perlahan tanpa melampaui sekitar 4 hingga 10 persen dari berat badan.
| Kondisi | Pedoman Penggunaan | Perhatian Utama |
|---|---|---|
| Tidak mengalami osteoporosis atau osteopenia | Mulai sekitar 2-5 kg | Naikkan perlahan setelah beradaptasi |
| Osteoporosis atau riwayat patah tulang | Gunakan beban lebih ringan | Pertimbangkan konsultasi dokter |
| Semua pengguna | Maksimal 4-10% berat badan | Hindari kenaikan bobot mendadak |
Mengapa Pembebanan Diperlukan
Tambahan bobot pada tubuh menciptakan tekanan mekanis pada rangka ketika seseorang berjalan, jongkok, atau melakukan latihan kekuatan. Tekanan itu dapat merangsang sel pembentuk tulang, sedangkan berkurangnya pembebanan mekanis berkaitan dengan pengeroposan tulang.
Menurut Kepala Ortopedi dan Kedokteran Olahraga Houston Methodist West Hospital, dr. Korsh Jafarnia, pembebanan pada sistem rangka dapat meningkatkan pembentukan tulang sekaligus mengurangi kehilangan massa tulang. Manfaat tersebut paling relevan bila rompi dipakai bersama latihan yang benar-benar membuat tubuh menopang beban.
Berjalan kaki, jongkok, melangkah bertumpu ke depan, berjinjit, dan latihan berdiri termasuk contoh gerakan yang memberi pembebanan pada rangka. Sebaliknya, leg extension dalam posisi duduk dengan rompi tidak menghasilkan efek pembebanan yang sama.
Rompi dapat menjadi pelengkap latihan HiRIT atau high-intensity resistance and impact training. Jongkok, mengangkat beban dari lantai, dan latihan otot bahu disebut sebagai pilihan latihan kekuatan yang dapat digunakan sesuai kemampuan.
Perlu Diperhatikan Saat Berat Badan Turun Cepat
Penggunaan rompi pemberat dapat relevan bagi orang berusia di atas 50 tahun dan mereka yang menjalani penurunan berat badan ketat. Penurunan bobot yang cepat dapat mengurangi beban pada rangka dan berkaitan dengan pengeroposan tulang.
Dr. Jafarnia menyinggung kondisi tersebut juga dapat dialami pengguna obat agonis GLP-1 seperti Ozempic yang mengalami penurunan berat badan sangat cepat. Latihan beban dan upaya menjaga kesehatan tulang perlu disusun secara proaktif dengan mengutamakan keselamatan.






