Mesin diesel yang kehilangan tenaga secara mendadak dapat menandakan adanya udara yang masuk ke sistem bahan bakar. Gangguan ini perlu segera ditangani karena tekanan injeksi solar dapat melemah dan mesin berisiko sulit dihidupkan kembali.
Tanda yang paling mudah dikenali saat proses pembuangan udara adalah solar keluar dalam kondisi berbuih. Pemompaan perlu diteruskan hingga aliran solar tidak lagi mengandung gelembung sebelum mesin dicoba dinyalakan.
Periksa Kondisi Bahan Bakar Lebih Dulu
Langkah awalnya adalah memastikan persediaan solar di dalam tangki masih minimal setengah tangki. Pengisian bahan bakar yang cukup membantu sistem kembali memperoleh pasokan solar sebelum udara dikeluarkan dari saluran.
Pengemudi juga perlu memeriksa seluruh selang bahan bakar untuk mencari kemungkinan kebocoran. Celah pada saluran dapat menjadi jalan masuk udara dan membuat gangguan muncul kembali setelah mesin hidup.
| Tahap | Tindakan | Tanda yang Diperiksa |
|---|---|---|
| 1 | Pastikan solar minimal setengah tangki dan periksa selang. | Selang tidak bocor. |
| 2 | Kendorkan baut nepel pada tabung sedimenter lalu pompa. | Solar keluar bersama udara dan berbuih. |
| 3 | Teruskan pemompaan lalu kencangkan baut nepel. | Solar tidak lagi berbuih. |
| 4 | Hidupkan mesin diesel. | Mesin dapat kembali beroperasi. |
Pompa dari Tabung Sedimenter
Setelah pasokan solar dan kondisi selang dipastikan, kendorkan baut nepel angin-angin pada tabung sedimenter. Komponen ini perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan aliran bahan bakar dan penampungan air pada sistem diesel.
Pompa sistem bahan bakar setelah baut nepel dikendorkan agar udara yang terjebak dapat keluar bersama solar. Aliran yang masih berbusa menunjukkan udara belum sepenuhnya terbuang dari saluran.
Proses pemompaan tidak perlu dihentikan selama gelembung masih terlihat pada solar yang keluar. Ketika alirannya sudah bersih tanpa busa, baut nepel angin-angin dapat dikencangkan kembali.
Mesin baru sebaiknya dinyalakan setelah nepel kembali terpasang rapat. Tahap tersebut penting untuk menjaga sistem bahan bakar tetap tertutup saat tekanan injeksi bekerja.
Gejala Tidak Boleh Diabaikan
Kesulitan menghidupkan mesin menjadi salah satu gejala utama ketika Mesin Diesel Masuk Angin. Jika mesin masih dapat menyala, putaran mesin dapat turun dan tenaga kendaraan terasa melemah.
Udara yang bercampur dengan solar membuat volume bahan bakar menuju ruang bakar tidak lagi sesuai kebutuhan mesin. Kondisi tersebut mengganggu proses injeksi yang memerlukan tekanan tinggi agar pembakaran berlangsung sempurna.
Gangguan akan terasa lebih berisiko ketika kendaraan berada di perjalanan jauh, termasuk saat melintasi Jalur Lintas Sumatera. Kendaraan yang kehilangan tenaga dapat menyulitkan pengemudi mencari bantuan bengkel terdekat.
Penyebab yang Perlu Dicegah
Tangki yang dibiarkan kosong terlalu lama dapat memicu udara masuk ke sistem bahan bakar. Karena itu, ketersediaan solar perlu diperhatikan sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan panjang.
Udara juga berpotensi masuk setelah penggantian komponen sistem bahan bakar yang tidak dilakukan sesuai ketentuan. Pemeriksaan saluran dan Water Sedimenter Diesel perlu dilakukan setelah pekerjaan pada komponen bahan bakar selesai.
Jika mesin tetap sulit hidup atau tenaganya belum pulih setelah pemompaan, kendaraan perlu dibawa ke bengkel terdekat. Penanganan lebih lanjut diperlukan bila udara belum berhasil keluar atau terdapat masalah pada sistem bahan bakar.






