Sikka Menampung Pengungsi Terbanyak, Distribusi 50.000 Sembako untuk NTT Dimulai

Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 3.356 jiwa tercatat masih berada di pengungsian, di tengah dimulainya distribusi 50.000 paket sembako dari pemerintah.

Jumlah pengungsi di Sikka melampaui Manggarai yang mencatat 2.078 jiwa. Secara keseluruhan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 9.290 warga bertahan di sejumlah titik pengungsian hingga Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 00.00 WIB.

Wilayah Pengungsian Membutuhkan Distribusi Merata

Perbedaan jumlah pengungsi di setiap kabupaten membuat penyaluran bantuan harus memperhatikan kondisi setempat. Pemerintah menyatakan paket kebutuhan dasar akan dikirim bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan situasi di lapangan.

KeteranganJumlahStatus
Pengungsi di Sikka3.356 jiwaJumlah terbesar
Pengungsi di Manggarai2.078 jiwaJumlah berikutnya
Total warga mengungsi9.290 jiwaData hingga 16 Agustus 2026
Total paket bantuan50.000 paketDisalurkan bertahap

Pengiriman awal bantuan telah dilakukan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, melalui Maumere dan Labuan Bajo. Berdasarkan data BNPB yang dikutip Beritasatu, jumlah paket yang telah dikirim mencapai 4.925 paket.

Masih ada 45.075 paket bantuan yang akan menyusul ke kabupaten-kabupaten terdampak. Seluruh paket tersebut merupakan bantuan Presiden untuk masyarakat yang mengalami dampak gempa di NTT.

Respons Darurat Ditekankan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar sebagai prioritas selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga menargetkan respons pascagempa dapat dilakukan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Dalam unggahan di akun Instagram @prabowo yang dipantau di Jakarta pada Minggu, Prabowo mengatakan, “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal.” Ia turut menyampaikan bahwa hati dan doanya bersama masyarakat NTT yang sedang berduka.

Untuk penanganan dampak gempa, pemerintah menugaskan Menko PMK Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Kepala BNPB Suharyanto serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii juga dikerahkan dalam penanganan di lapangan.

Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ikut terlibat dalam koordinasi lintas sektor. Keterlibatan tersebut mendukung pelaksanaan respons darurat bagi warga di wilayah terdampak.

Penyaluran Berlanjut Mengikuti Situasi Lapangan

Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan membuat ribuan warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian pada hari berikutnya. Kondisi itu menempatkan ketersediaan pangan serta kebutuhan pokok sebagai bagian penting dari penanganan awal.

Pemerintah menyatakan pemulihan keadaan akan terus diupayakan bersamaan dengan distribusi bantuan. Paket sembako berikutnya akan dikirim berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan penanganan di setiap daerah terdampak.

Baca Juga