Penyerapan belanja produk dalam negeri PT Pertamina (Persero) telah mencapai Rp239,9 triliun hingga Juni 2026. Realisasi ini menunjukkan penggunaan produk lokal terus menjadi bagian dari proyek-proyek energi perusahaan.
Pertamina tidak menempatkan pengadaan lokal semata sebagai transaksi barang dan jasa. Perusahaan ingin menjadikan kebutuhan sektor energi sebagai jalan untuk memperkuat kapasitas industri nasional menuju pasar global.
Arah belanja lokal berlanjut pada 2026
Realisasi hingga Juni 2026 mengikuti capaian belanja produk dalam negeri yang besar pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, nilai belanja lokal Pertamina mencapai Rp531,5 triliun atau tumbuh 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Periode | Indikator | Realisasi |
|---|---|---|
| 2025 | Belanja produk dalam negeri | Rp531,5 triliun |
| 2025 | Infrastruktur operasional dan pemeliharaan | Rp309,6 triliun |
| Hingga Juni 2026 | Penyerapan belanja produk dalam negeri | Rp239,9 triliun |
Bagian terbesar belanja pada 2025 dialokasikan untuk infrastruktur operasional serta kegiatan pemeliharaan. Nilai komponen tersebut mencapai Rp309,6 triliun, setara sekitar 58,2 persen dari keseluruhan belanja produk lokal.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin menilai model bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir menyediakan peluang besar bagi produk dan jasa nasional. Kerja sama holding, subholding, serta anak perusahaan disebut penting untuk mengoptimalkan manfaat belanja bagi industri dalam negeri.
Targetnya memperkuat kemampuan industri
Pertamina P3DN Summit 2026 menjadi forum untuk memperluas penggunaan Produk Dalam Negeri di seluruh rantai bisnis energi. Forum tersebut juga mempertemukan pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM dalam agenda kolaborasi.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan forum itu sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita. Fokusnya meliputi penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah industri, dan kemandirian ekonomi.
“Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global,” kata Simon. Ia menegaskan investasi energi perlu memperkuat kemampuan industri Indonesia selain memberikan manfaat bisnis.
Pengadaan produk lokal diharapkan meningkatkan kesiapan pelaku usaha nasional untuk memenuhi kebutuhan sektor energi yang besar dan terintegrasi. Strategi ini juga diarahkan untuk mempercepat transformasi industri Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global.
Dampak ekonomi tercatat hingga Rp1.388,9 triliun
Kajian independen Universitas Indonesia pada 2025 mencatat implementasi penggunaan Produk Dalam Negeri di lingkungan Pertamina menghasilkan keluaran ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun. Kajian yang sama memperkirakan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto mencapai Rp772,9 triliun.
| Ukuran Dampak | Nilai | Rujukan |
|---|---|---|
| Keluaran ekonomi nasional | Rp1.388,9 triliun | Kajian Universitas Indonesia 2025 |
| Kontribusi terhadap PDB | Rp772,9 triliun | Kajian Universitas Indonesia 2025 |
| Penyerapan tenaga kerja | Sekitar 4,47 juta orang | Kajian Universitas Indonesia 2025 |
Program tersebut juga mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kontribusi Pertamina sebagai salah satu penopang ekonomi nasional.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip finance.detik.com, Airlangga menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata perusahaan terhadap perekonomian. Pertamina berharap penguatan belanja lokal dapat terus menggerakkan manufaktur, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.






