Serangan di Taman Tiergarten Menghentikan Pesta Pride, Dugaan Teror Kini Diselidiki

Pesta Pride di Berlin yang semula berlangsung damai berakhir lebih awal setelah sebuah mobil menerobos kerumunan di Taman Tiergarten. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka yang mengancam jiwa dan kembali menyoroti keamanan acara publik di Jerman.

Terduga pelaku, Abdul Ballout, tewas pada Minggu (26/7) setelah menyerang petugas dengan senjata tajam. Polisi mengakhiri pencarian terhadapnya setelah perburuan berlangsung selama 24 jam.

Kekerasan Terjadi Dekat Gerbang Brandenburg

Penabrakan terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Lokasinya berada di Taman Tiergarten yang tidak jauh dari Gerbang Brandenburg.

Setelah mobil menghantam kerumunan, polisi menghentikan perayaan Parade Pride Berlin. Menurut kepolisian, setidaknya seorang pria keluar dari kendaraan usai tabrakan tersebut.

Alexander Dobrindt, Menteri Dalam Negeri Jerman, mengatakan Ballout diduga melanjutkan serangan dengan parang terhadap lebih banyak orang. Ia kemudian melarikan diri dari kawasan tersebut.

PeristiwaLokasiSituasi
Mobil menerobos massaTaman TiergartenTerjadi saat perayaan Pride pada Sabtu malam.
Mobil ditemukanArea tamanKendaraan berada dalam keadaan ditinggalkan.
Pelaku ditemukanBerlinTewas setelah menyerang petugas pada Minggu.

Dugaan Motif dan Riwayat Pelaku

Dobrindt menyatakan seluruh petunjuk yang terlihat menunjukkan serangan teror Islamis. Aparat tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan detail motif dan seluruh rangkaian aksi kekerasan itu.

Ballout disebut sebagai warga negara Jerman keturunan Lebanon yang telah lama dikenal aparat. Dobrindt menyatakan ia memiliki banyak pelanggaran dan diketahui telah mengalami radikalisasi.

Ia sebelumnya pernah dijatuhi hukuman satu tahun 10 bulan penjara dengan masa percobaan. Media Jerman melaporkan vonis itu diberikan karena persiapan tindakan kekerasan serius yang bersifat subversif.

Kasus tersebut berkaitan dengan kegagalan upayanya untuk bergabung dengan ISIL atau ISIS. Juru bicara Polisi Jerman Florian Nath juga menyebut Ballout dikenal sebagai anggota kelompok Islam di Berlin.

Nath mengatakan aparat bergerak dengan kecepatan penuh begitu pencarian dimulai. Kendaraan yang diduga digunakan dalam serangan ditemukan ditinggalkan di area taman dan membantu melengkapi jejak penyelidikan.

Seruan untuk Menjaga Persatuan

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan pemerintah akan menyelidiki serangan ini secara menyeluruh. Ia berjanji pihak yang terlibat akan dihukum dan dimintai pertanggungjawaban.

Merz meminta publik tidak membiarkan kekerasan memecah belah masyarakat. Ia juga mengimbau kelompok yang menjadi sasaran agar tidak merasa terintimidasi oleh serangan tersebut.

Wali Kota Berlin Kai Wegner mengatakan kekerasan setelah perayaan yang damai itu mengejutkan. Menurutnya, aksi tersebut menyerang gagasan Berlin sebagai kota yang toleran dan damai.

“Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan kosmopolitan,” ujar Wegner. Ia memuji kerja aparat yang menuntaskan perburuan terhadap terduga pelaku dalam waktu 24 jam.

Di sisi lain, tokoh sayap kanan mulai menggunakan insiden tersebut untuk mendorong agenda antiimigrasi. Martin Hess dari Alternative for Germany menyebutnya sebagai “kegagalan total kebijakan keamanan pemerintah”.

Liputan6 melaporkan pertanyaan mengenai bagaimana serangan dapat terjadi meski Ballout telah dikenal polisi masih belum terjawab. Penyelidikan akan menentukan apakah terdapat celah yang memungkinkan aksi itu berlangsung.

Baca Juga