Dari Kirab hingga Layar Laga, Kudus Jadikan Srikandi Cup Ruang bagi Warga

Kudus mengubah rangkaian Srikandi Merdeka Cup menjadi perayaan publik yang tidak berhenti di dalam stadion. Warga dapat mengikuti pertandingan sepak bola putri melalui layar besar sambil menikmati kuliner UMKM dan hiburan keluarga di Lapangan Rendeng.

Model kegiatan tersebut mempertemukan kompetisi internasional dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Pertandingan berlangsung di Supersoccer Arena, sedangkan Srikandi Fair di Lapangan Rendeng menjadi ruang kegiatan masyarakat yang berada di seberang arena.

Layar Besar Membawa Laga ke Area Publik

Panitia menyediakan layar monitor besar agar pengunjung di luar stadion tetap dapat menyaksikan pertandingan. Fasilitas tersebut menghubungkan suasana Srikandi Fair dengan jalannya kompetisi sepak bola putri di Supersoccer Arena.

Pengunjung juga dapat melihat replika trofi berukuran raksasa di area acara. Elemen visual itu hadir di tengah kegiatan yang memadukan olahraga dan hiburan.

Lapangan Rendeng menampung 35 booth UMKM Kudus yang menawarkan makanan untuk pengunjung. Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu unsur ekonomi dalam penyelenggaraan turnamen.

Untuk keluarga, tersedia wahana permainan anak berupa bianglala dan komidi putar. Panggung hiburan turut disiapkan agar pengunjung memiliki kegiatan selain menonton pertandingan.

Kirab Budaya Membuka Kemeriahan

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab kebudayaan dari Alun-alun Simpang 7 Kudus menuju Lapangan Rendeng. Marching band SMK Wisudha Karya ikut mengiringi perjalanan dalam pembukaan acara tersebut.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton turut mengikuti kirab. Yoppy Rosimin sebagai Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation serta Teddy Tjahjono sebagai Program Director Srikandi Merdeka Cup juga hadir pada pembukaan.

Kirab itu menjadi penyambutan bagi turnamen sepak bola putri level internasional yang digelar bertepatan dengan peringatan kemerdekaan. Penempatan kegiatan di Lapangan Rendeng membuat pertandingan di arena memiliki pendamping berupa aktivitas publik yang lebih terbuka.

Rangkaian KegiatanTempatIsi Kegiatan
Kirab kebudayaanSimpang 7 hingga Lapangan RendengPembukaan rangkaian acara
Srikandi FairLapangan RendengUMKM, wahana anak, hiburan, dan layar laga
PertandinganSupersoccer ArenaKompetisi sepak bola putri

Turnamen Dinilai Dorong Citra Kudus

Sam’ani Intakoris menyebut penyelenggaraan turnamen itu sebagai momentum penting bagi Kabupaten Kudus. Ia menilai dampaknya berkaitan dengan citra daerah, ekonomi kerakyatan, dan kesempatan bagi pemain putri.

“Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat bagi Kabupaten Kudus dengan terselenggaranya turnamen sepak bola putri level internasional yang disponsori Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Caffino,” kata Sam’ani Intakoris. Ia menyatakan ajang tersebut dapat menguatkan Kudus sebagai destinasi sport tourism serta mengangkat prestasi putri bangsa melalui sepak bola.

Kehadiran UMKM di area Srikandi Fair menjadi salah satu bentuk keterlibatan ekonomi lokal dalam ajang olahraga tersebut. Sementara itu, fasilitas hiburan memberi ruang bagi masyarakat untuk merasakan suasana perayaan secara lebih luas.

Putri Nusantara Masih Menatap Peluang

Di Grup B, Putri Nusantara yang merupakan tim Indonesia U-16 menghadapi Singapura dalam laga lanjutan. Putri Nusantara kalah dengan skor 0-2 pada pertandingan itu.

Pelatih Takumi Taniguchi meminta maaf atas kekalahan tersebut, namun ia menyebut para pemain sudah memberikan yang terbaik. Ia berharap timnya dapat meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.

“Maaf atas kekalahannya, tapi pemain sudah memberikan yang terbaik. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa menang. Para pemain masih sangat muda,” ujar Takumi Taniguchi. Ia menekankan bahwa sebagian besar pemainnya baru pertama kali bermain di level internasional.

Takumi menilai pengalaman dari Srikandi Merdeka Cup akan berguna bagi perkembangan pemain muda tersebut. Dengan demikian, turnamen di Kudus tidak hanya menjadi pesta warga, tetapi juga memberi panggung belajar bagi sepak bola putri Indonesia.

Baca Juga