Samsung Masih Teratas di 2026, Apple dan Huawei Hanya Terpaut Tipis

Samsung diproyeksikan tetap memimpin pasar ponsel lipat global pada 2026 dengan pangsa 32 persen. Namun, posisi tersebut tidak lagi nyaman karena Apple dan Huawei diperkirakan hanya terpaut beberapa poin persentase.

Counterpoint Research menempatkan Apple di urutan kedua dengan proyeksi pangsa 25 persen. Huawei mengikuti sangat dekat di posisi ketiga dengan estimasi 24 persen, sehingga persaingan di segmen premium akan semakin ketat.

Peta Persaingan Ponsel Lipat 2026

Jarak tipis di antara tiga produsen terbesar menunjukkan bahwa pasar perangkat layar fleksibel akan memasuki fase kompetisi yang lebih terbuka. Samsung memang masih unggul, tetapi Apple dan Huawei berpeluang mengubah dinamika pasar melalui kekuatan masing-masing.

VendorProyeksi Pangsa Pasar 2026
Samsung32 persen
Apple25 persen
Huawei24 persen
Motorola8 persen
Honor3 persen

Motorola diperkirakan menguasai 8 persen pasar, sementara Honor berada pada 3 persen. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pangsa terbesar masih akan terkonsentrasi pada tiga merek utama.

Counterpoint Research memperkirakan pengiriman ponsel lipat global tumbuh 21 persen secara tahunan pada 2026. Pertumbuhan itu didorong minat berkelanjutan terhadap perangkat lipat model buku di kelas premium.

Pengalaman Samsung Masih Menjadi Pembeda

Keunggulan Samsung bukan hanya ditentukan oleh besarnya pangsa pasar yang diproyeksikan. Perusahaan ini dinilai telah memiliki kematangan produk, jaringan distribusi, dan pengalaman pengguna yang lebih mapan dalam kategori ponsel lipat.

Modal tersebut penting ketika produsen lain mulai memperluas pengaruhnya di pasar premium. Samsung telah membangun lini perangkat lipat melalui pengembangan berkelanjutan, sehingga memiliki kesiapan yang dinilai lebih kuat dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

Associate Director Counterpoint Research Liz Lee menilai kehadiran Apple dapat memperluas kesadaran publik terhadap kategori ini. Meski demikian, ia menyebut Samsung masih mempunyai keunggulan yang sulit diabaikan.

“Masuknya Apple diperkirakan akan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap perangkat foldable sekaligus menaikkan standar di segmen premium,” ujar Liz Lee. “Namun Samsung masih memiliki keunggulan dalam kematangan produk, jaringan distribusi, dan pengalaman pengguna ponsel lipat.”

Galaxy Z Fold 8 Menjadi Faktor Penting

Salah satu perangkat yang dipandang dapat memengaruhi arah pasar pada 2026 adalah Galaxy Z Fold 8. Samsung juga telah merilis Galaxy Z Flip 8 serta Galaxy Z Fold 8 Ultra untuk memperkuat jajaran perangkat lipatnya.

Galaxy Z Fold 8 hadir dengan desain yang lebih lebar, sehingga layar depannya disebut lebih nyaman digunakan. Layar utama yang lebih luas juga menyediakan ruang kerja lebih besar untuk aktivitas sehari-hari.

Perubahan desain ini semakin relevan ketika fitur AI berkembang di smartphone. Layar lega dapat mendukung kegiatan seperti merangkum dokumen, menyunting konten, mengatur jadwal, hingga memindahkan informasi antar-aplikasi.

Pengguna juga dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan dengan ruang tampilan yang lebih memadai. Kondisi ini membuat perangkat lipat berpotensi menawarkan pengalaman multitasking dan produktivitas berbasis AI yang lebih alami.

Apple dan Huawei Menambah Tekanan

Masuknya iPhone lipat pertama diperkirakan menjadi salah satu perubahan besar dibandingkan kondisi pasar pada 2025. Kehadiran Apple dinilai dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap perangkat berlayar fleksibel sekaligus mendorong standar baru di kelas premium.

Di sisi lain, Huawei tetap diperkirakan menjadi pemain kuat, terutama di pasar China. Kombinasi ekspansi Apple, kekuatan Huawei, dan pembaruan desain Samsung membuat perebutan pasar ponsel lipat 2026 menjadi semakin kompetitif.

Baca Juga