Brian May mempertanyakan klaim kecerdasan Meta AI setelah teknologi itu menghasilkan ulang sampul The Game dengan penampilan yang tidak menyerupai anggota Queen. Hasil gambar tersebut membuat figur Freddie Mercury, May, Roger Taylor, dan John Deacon tampak sulit dikenali.
Gitaris Queen itu membagikan gambar tersebut di Instagram melalui akun @brianmayforreal. Ia menjadikan kegagalan itu sebagai dasar untuk mengkritik peran AI yang semakin besar dalam kehidupan sehari-hari.
Kontras dengan Sampul Asli
Sampul asli The Game menampilkan empat personel Queen berdiri berdampingan. Mereka mengenakan jaket kulit dengan nuansa penampilan yang seragam.
Gambaran yang dibuat Meta AI jauh berbeda dari ciri visual tersebut. May pun menyindir hasilnya melalui unggahan yang menyebut, “Saya hanya harus membagikan ini kepada kalian. Saya meminta Meta AI menunjukkan seperti apa sampul album The Game. Inilah hasilnya! Kerja bagus, ya?”
Ia tidak memandang kesalahan itu sekadar sebagai kekeliruan teknis dalam pembuatan gambar. May mempertanyakan apakah teknologi dengan hasil seperti itu benar-benar pantas disebut kecerdasan yang akan menguasai dunia.
“Jadi, apakah kecerdasan seperti inilah yang nantinya akan menguasai dunia? Baguslah. Mungkin ini saatnya menyadari bahwa KITA SEBENARNYA TIDAK MEMBUTUHKAN AI!” tulisnya. Pernyataan itu menunjukkan sikap kritis May terhadap klaim dan arah pengembangan AI.
Biaya Lingkungan yang Disorot
May menegaskan bahwa keberatannya terhadap AI bersifat serius. Ia menilai kemajuan teknologi yang terus didorong dapat menuntut biaya besar.
Salah satu perhatian utama May adalah dampak lingkungan dari pengembangan AI. Ia menentang pembangunan pusat data AI di Inggris karena menilai fasilitas itu dapat merusak lingkungan dan keindahan alam.
May juga meminta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menghentikan pembangunan tersebut sebelum terlambat. Dengan demikian, kritik terhadap gambar sampul Queen menjadi pintu masuk bagi keberatan yang lebih luas mengenai konsekuensi teknologi.
Kesehatan dan Kemungkinan Tur Berikutnya
Isu tersebut mencuat ketika May juga pernah membicarakan kondisi kesehatannya. Musisi berusia 79 tahun itu mengungkapkan mengalami stroke ringan pada 2024 yang sempat membuat salah satu lengannya kehilangan kendali.
Ia menyebut pengalaman itu sebagai peringatan untuk memberi perhatian lebih pada kesehatan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari sejumlah isu pribadi dan sosial yang belakangan disampaikan May kepada publik.
| Peristiwa | Periode | Rincian |
|---|---|---|
| Tur Amerika Utara Queen | 2023 | Rhapsody Tour bersama Adam Lambert |
| Penampilan Queen di Asia | Awal 2024 | Queen kembali tampil di kawasan Asia |
| Stroke ringan Brian May | 2024 | Salah satu lengan sempat kehilangan kendali |
Queen terakhir menjalani tur Amerika Utara pada 2023 lewat Rhapsody Tour bersama Adam Lambert. Band itu kemudian sempat tampil di Asia pada awal 2024.
Roger Taylor sebelumnya mengatakan tur dalam skala besar membutuhkan persiapan yang sangat kompleks. Menurutnya, keputusan untuk kembali menggelar tur kemungkinan lebih banyak bergantung pada Brian May.
Respons terhadap hasil Meta AI memperlihatkan perhatian May pada dua hal yang saling berkaitan baginya. Ia menyoroti identitas karya Queen sekaligus dampak yang dapat muncul dari perluasan teknologi AI.






