Reli saham kecerdasan buatan dan turunnya harga minyak menjadi dua sentimen penting yang mengangkat Wall Street pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pasar juga mendapat dorongan dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih ringan daripada perkiraan.
S&P 500 menutup sesi di rekor tertinggi sepanjang masa, sementara Nasdaq Composite naik lebih kuat berkat penguatan sektor teknologi. Pergerakan ini menunjukkan investor kembali memburu saham pertumbuhan ketika kekhawatiran kenaikan suku bunga mereda.
Sandisk hingga Meta Menguat Tajam
Sandisk menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar setelah melonjak 13,7%. Micron Technology naik 4,2%, sementara Microsoft bertambah hampir 1% dan Meta Platforms menguat 2,8%.
Perusahaan yang berkaitan dengan penyimpanan data dan infrastruktur komputasi AI kembali menarik minat pelaku pasar. CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield menilai penguatan saham teknologi berbasis AI masih memiliki dukungan dari pertumbuhan laba perusahaan.
Netflix ikut melonjak 5,4% setelah investor miliarder Bill Ackman mengumumkan kepemilikan baru pada perusahaan tersebut. Namun, penguatan pasar tidak terjadi merata karena sejumlah emiten menghadapi tekanan besar.
Cisco Systems turun 8,4% setelah proyeksi pendapatannya dipandang kurang meyakinkan. Tapestry merosot lebih dari 16% setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang lemah.
Harga Energi Memberi Dukungan Tambahan
Harga minyak mentah Brent turun sekitar 2% menjadi US$87,07 per barel. Pelemahan itu terjadi di tengah kekhawatiran mengenai permintaan energi global serta ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Harga minyak yang lebih rendah dipandang dapat membantu menekan inflasi di sektor energi. Kondisi tersebut memberi pasar harapan bahwa ruang kebijakan moneter yang lebih longgar dapat tetap terbuka.
PPI dan CPI Meredakan Kekhawatiran Inflasi
Indeks Harga Produsen atau PPI Amerika Serikat pada Juli tercatat tidak berubah secara bulanan. Hasil itu berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%.
PPI inti, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2%, lebih rendah daripada perkiraan 0,3%. Data tersebut hadir setelah CPI sehari sebelumnya juga menunjukkan inflasi tetap terkendali.
Menurut Investor Daily, dua laporan inflasi itu membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September. CME FedWatch Tool memperkirakan kemungkinan suku bunga dipertahankan berada di sekitar 63%.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65%, yang turut mendukung aset berisiko. Penurunan imbal hasil biasanya memberi dukungan lebih besar bagi valuasi saham pertumbuhan dan teknologi.
S&P 500 Menorehkan Rekor Baru
S&P 500 naik 50,49 poin atau 0,65% dan ditutup pada 7.798,99. Indeks tersebut juga sempat menyentuh rekor intrahari di 7.816,70.
| Indeks | Perubahan | Penutupan |
|---|---|---|
| S&P 500 | Naik 0,65% | 7.798,99 |
| Nasdaq Composite | Naik 0,81% | 26.803,03 |
| Dow Jones Industrial Average | Naik 0,13% | 53.839,99 |
Nasdaq Composite ditutup naik 0,81% ke 26.803,03, sedangkan Dow Jones Industrial Average hanya menguat 0,13% ke 53.839,99. Tujuh dari 11 sektor S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin komunikasi yang naik 1,56% dan real estat yang bertambah 1,34%.
Sepanjang 2026, S&P 500 sudah meningkat sekitar 14% dan Nasdaq naik sekitar 15%. Dell Technologies yang bertambah 2,1% serta HP yang naik 6,9% juga memperlihatkan bahwa sentimen positif meluas ke sejumlah saham teknologi lain setelah kinerja Lenovo melampaui ekspektasi pasar.






