Rusia disebut memiliki rudal balistik dua kali lebih banyak setiap bulan dibandingkan sebelumnya, sementara Ukraina menghadapi penurunan tajam persediaan pencegat. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut stok rudal pencegat Patriot yang tersedia kini hanya sekitar 1 persen dari kebutuhan pertahanan Ukraina.
Perubahan perimbangan ini membuat perlindungan bagi Kyiv dan kota-kota lain menjadi semakin sulit. Ancaman terbesar muncul saat serangan berlangsung pada malam hari dan membutuhkan respons cepat dari sistem pertahanan udara.
Ketimpangan yang Kian Lebar
Zelensky menyatakan Ukraina pada tahun ini memiliki jumlah pencegat dua setengah kali lebih sedikit dibandingkan 2025. Pada saat bersamaan, kemampuan Rusia untuk melancarkan serangan rudal balistik disebut meningkat setiap bulan.
Dalam wawancara dengan CNN yang dikutip Detik iNET, Zelensky menekankan bahwa pasokan saat ini tidak sebanding dengan kebutuhan lapangan. “Tahun ini kami punya jumlah pencegat dua setengah kali lebih sedikit dibandingkan tahun 2025. Rusia memiliki rudal balistik dua kali lebih banyak per bulannya dibanding sebelumnya,” katanya.
Ia memperkirakan Ukraina dapat melewati musim dingin dan menyelamatkan nyawa jika memperoleh tambahan 5 persen dari persediaan Amerika Serikat. Tambahan sebesar 10 persen, menurutnya, akan memungkinkan Ukraina menghancurkan seluruh rudal balistik Rusia yang datang.
Permintaan tersebut memperlihatkan posisi penting pasokan eksternal bagi pertahanan Ukraina. Kyiv terus menghubungi Gedung Putih dan negara-negara sekutu, baik secara langsung maupun melalui perantara, untuk memperoleh amunisi tambahan.
Peran PAC-2 dan PAC-3
Patriot adalah sistem pertahanan udara yang diproduksi di Amerika Serikat oleh Raytheon dan Lockheed Martin. Komponennya meliputi radar, stasiun kontrol, peluncur, antena komunikasi, serta rudal intersepsi.
Sistem ini disebut dapat mendeteksi ancaman pada jarak hingga 150 kilometer dan melacak 500 target secara bersamaan. Jarak operasional interseptif rudal pencegat Patriot mencapai hingga 20 kilometer.
| Rudal Pencegat | Cara Kerja | Hasil Operasional |
|---|---|---|
| PAC-2 | Meledak di dekat sasaran | Menghancurkan ancaman melalui ledakan |
| PAC-3 | Menghantam sasaran langsung di udara | Menghancurkan misil sasaran |
Dua jenis amunisi tersebut memiliki mekanisme berbeda dalam menghadapi ancaman udara. Ketersediaannya menjadi faktor penting bagi kemampuan Ukraina menahan serangan rudal balistik.
Risiko bagi Penduduk Sipil
Serangan Rusia disebut terjadi hampir setiap malam dan beberapa kali dalam sebulan dapat meningkat menjadi serangan besar-besaran. Warga Ukraina terus menanggung dampak dari situasi yang berkepanjangan tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat Juli sebagai periode paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak April 2022. Zelensky mengatakan masyarakat tetap kuat, tetapi kelelahan akibat serangan berulang tidak dapat diabaikan.
“Rakyat sungguh sangat heroik dan tangguh. Tapi mereka lelah,” ujar Zelensky. Keterbatasan pencegat membuat ancaman terhadap kawasan permukiman dan infrastruktur sipil menjadi perhatian utama.
Produksi Lokal Belum Pasti
Ukraina belum memiliki kepastian hukum untuk memproduksi rudal Patriot secara mandiri. Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait izin lisensi produksi untuk Ukraina dilaporkan masih berubah-ubah.
Perwakilan produsen senjata telah mengunjungi Kyiv, tetapi rencana produksi lokal belum memperoleh kepastian. Sementara itu, meningkatnya kebutuhan pertahanan udara secara global turut memperketat persaingan mendapatkan pencegat.
Eskalasi konflik Amerika Serikat dan sekutu Teluk dalam menghadapi serangan rudal serta drone Iran disebut ikut menekan ketersediaan amunisi. Dalam kondisi itu, upaya Ukraina mencari tambahan Patriot menjadi semakin mendesak.






