Robot centaur buatan China mampu menopang beban hingga 210 kilogram ketika berada dalam posisi diam. Daya topang tersebut dipersiapkan untuk pekerjaan berat di lingkungan industri yang berisiko bagi manusia.
Saat bergerak, kapasitas angkutnya berada di kisaran 100 sampai 120 kilogram. Perbedaan kapasitas ini menunjukkan platform tersebut dirancang untuk membawa peralatan sekaligus menjaga stabilitas ketika menangani beban besar.
| Kondisi Operasi | Kapasitas Beban | Kegunaan |
|---|---|---|
| Saat bergerak | 100-120 kilogram | Membawa beban ketika menjalankan tugas |
| Saat diam | Hingga 210 kilogram | Menopang beban secara statis |
Platform ini dikembangkan oleh Run Robotics dengan bentuk yang menggabungkan empat kaki beroda dan dua lengan robot. Susunan tersebut membagi fungsi mobilitas pada bagian bawah serta pekerjaan fisik dan manipulasi objek pada bagian atas.
Roda membantu robot bergerak lebih cepat, sementara kaki mendukung kestabilan di beragam permukaan. Kedua lengan dapat digunakan untuk menangani peralatan atau memindahkan hambatan di area kerja.
Untuk lokasi yang sulit dan berisiko tinggi
Run Robotics menargetkan penggunaan robot ini di fasilitas minyak dan gas, pertambangan, pabrik baja bersuhu tinggi, serta lokasi dengan paparan radiasi. Platform itu juga dirancang memenuhi standar anti-ledakan untuk kebutuhan lingkungan industri berbahaya.
Tugas yang disasar mencakup inspeksi fasilitas, pengoperasian peralatan, pemindahan rintangan, dan dukungan operasi penyelamatan darurat. Kehadirannya ditujukan untuk mengurangi kebutuhan pekerja memasuki area dengan risiko tinggi atau medan rumit.
Platform modular memungkinkan pengguna memasang perlengkapan sesuai kebutuhan tugas. Pilihannya meliputi dua lengan robot, tangan robot untuk genggaman presisi, dan sensor gaya multidimensi.
Navigasi mandiri berbasis AI
Untuk memahami kondisi sekitar, robot memakai sistem persepsi berbasis AI yang menggabungkan LiDAR, kamera stereo, dan kamera kedalaman. Sistem ini dapat mengenali pipa bersuhu tinggi, katup, alat ukur, rintangan, hingga manusia.
Setelah mendeteksi objek, robot dapat menentukan posisi, menyusun rute otomatis, dan menghindari hambatan. Run Robotics menyatakan kemampuan tersebut memungkinkan robot menjalankan tugas tanpa campur tangan operator.
CEO Run Robotics Zhou Bin menyebut robot centaur merupakan hasil penyempurnaan dari sejumlah generasi produk sebelumnya. Menurutnya, platform ini dikembangkan untuk menjawab keterbatasan robot konvensional pada kondisi industri yang spesifik.
“Robot centaur bukan sekadar terobosan teknologi, tetapi solusi yang dioptimalkan untuk berbagai kebutuhan industri khusus. Robot ini mengatasi keterbatasan robot konvensional dalam hal adaptasi terhadap lingkungan, kemampuan operasional, dan penerapan dalam skala besar,” kata Zhou Bin.
Dipamerkan di Shanghai
Robot tersebut dipamerkan pada World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai pada 20 Juli. Perusahaan menyebutnya sebagai robot hibrida roda-kaki pertama di dunia dengan 95 persen komponen diproduksi di dalam negeri.
Run Robotics menjadwalkan lini perakitan massal robot centaur mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Perusahaan menyatakan sudah menerima sejumlah pesanan, meski jumlah dan identitas pelanggan belum diungkap.
Pengembangan ini berlangsung ketika robotika China tumbuh agresif di sektor industri. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut lebih dari 400 model robot humanoid telah dikembangkan di negara tersebut, sementara robot berkaki empat produksi China disebut menguasai sekitar 70 persen penjualan global.






