Hutan Bukan Lagi Sekadar Latar, Rimba Raya Usung Cerita Alam untuk Penonton Muda

Hutan akan menjadi bagian dari konflik dan perjalanan emosional karakter dalam serial sinematik Rimba Raya. Pendekatan itu dipilih agar isu alam hadir sebagai pengalaman cerita, bukan sekadar pesan edukasi yang disampaikan secara langsung.

Serial gagasan Rano Karno tersebut mengangkat perjalanan dua tokoh bernama Rimba dan Raya dalam menjelajahi kekayaan alam Indonesia. Proyek ini ditujukan untuk membantu penonton muda membangun kedekatan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Cerita Didahulukan, Edukasi Menyusul

Alam dalam Rimba Raya diposisikan sebagai unsur yang memengaruhi pengalaman para tokoh. Dengan cara itu, perkembangan cerita dan konflik karakter menjadi ruang untuk mengenalkan pentingnya ekosistem kepada penonton.

Direktur Utama Karnos Visual Magic, Anton Soeharyo, menjelaskan bahwa penonton akan diajak menikmati kisah lebih dahulu. Pesan edukasi hadir sebagai lapisan lebih dalam setelah hubungan emosional dengan cerita terbentuk.

Pendekatan tersebut menempatkan hiburan sebagai pintu masuk untuk membicarakan lingkungan. Penonton tidak hanya diperlihatkan gambaran alam, tetapi diajak mengikuti dampaknya terhadap perjalanan Rimba dan Raya.

Media Indonesia melaporkan proyek ini diharapkan mendorong generasi muda membangun kembali hubungan yang sehat dengan alam. Pengenalan terhadap lingkungan itu diarahkan tanpa mendorong tindakan yang berisiko merusak ekosistem.

Berawal dari Kegelisahan Rano Karno

Gagasan serial ini muncul dari pengamatan Rano Karno mengenai semakin renggangnya hubungan anak-anak dengan pengalaman langsung di ruang terbuka. Ia memandang generasi saat ini dapat akrab dengan informasi tentang satwa, tetapi belum tentu memiliki gambaran nyata mengenai alam dan makhluk hidup di dalamnya.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (15/8), Rano menyinggung pengalamannya memperhatikan sang cucu. “Lihatlah anak-anak, ya mungkin tidak usah melihat terlalu jauh, cucu saya. Dia tahu harimau tapi tidak tahu bentuknya, segala macam,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Rano, kesadaran tentang alam perlu diperkenalkan sejak usia dini. Yang perlu diperhatikan bukan hanya hutan, melainkan seluruh kehidupan dan ekosistem yang hidup di dalamnya.

“Sebetulnya ini penyadaran kepada kita semua bahwa betapa pentingnya alam, bukan hanya hutan dengan segala isinya. Ini buat anak-anak, buat cucu supaya mereka mengenal bagaimana bisa mencintai lingkungan,” kata Rano.

AI dan Jadwal Penayangan

Rimba Raya memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam proses pengembangannya. Teknologi itu menjadi salah satu pembeda serial, sementara tujuan utamanya tetap mempertemukan penonton dengan cerita alam Indonesia yang relevan secara emosional.

Karnos Visual Magic menangani produksi serial tersebut. Vidio serta Artha Graha Peduli menjadi mitra kolaborasi yang disebut dalam pengembangan proyek ini.

DetailInformasi
JudulRimba Raya
Teknologi utamaKecerdasan Buatan (AI)
Rumah produksiKarnos Visual Magic
Mitra kolaborasiVidio dan Artha Graha Peduli
Platform dan jadwalVidio, 17 Agustus 2026

Serial ini dijadwalkan tayang perdana di Vidio pada 17 Agustus 2026. Jadwal itu dipilih bertepatan dengan Hari Kemerdekaan sebagai persembahan bagi generasi muda agar lebih mencintai kekayaan alam Nusantara.

Kolaborasi antara rumah produksi, platform streaming, dan organisasi lingkungan menjadi bagian dari upaya membawa tema alam ke ranah hiburan. Melalui Rimba Raya, perjalanan dua karakter menjadi medium untuk mengenalkan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan.

Baca Juga