Rencana fasilitas penyimpanan minyak di Sumatera belum bergerak ke tahap pembahasan investasi lanjutan. Padahal, proyek itu disiapkan ketika stok minyak Indonesia pernah disebut hanya cukup bertahan sekitar 25 sampai 26 hari.
Minat investor yang sempat muncul belum berkembang menjadi komitmen konkret. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih menunggu pihak yang benar-benar serius membangun fasilitas baru tersebut.
Lokasi Awal dan Rencana yang Belum Berlanjut
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa fasilitas penyimpanan minyak nasional direncanakan dibangun di Sumatera. Pada tahap awal perencanaan, ia juga menyebut terdapat investor yang berminat pada proyek strategis itu.
Namun, minat tersebut belum menghasilkan kelanjutan pembicaraan yang lebih konkret. Rencana pembangunan pun masih belum menunjukkan perkembangan dalam waktu cepat.
Investor asal India juga pernah masuk dalam rencana kerja sama untuk penguatan kapasitas cadangan Pertamina. Pembahasan itu mencakup kemungkinan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan komunikasi terkait rencana tersebut belum diteruskan. “Itu waktu itu. Tapi sekarang kan, seperti saya bilang tadi, belum ada pembahasan lagi lebih lanjut,” kata dia.
Bukan Terkendala Pelaksanaan
Laode menyatakan tidak ada tantangan khusus dari sisi pelaksanaan proyek. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah belum adanya investor yang ingin mengambil langkah cepat.
“Sebenarnya enggak ada tantangan. Cuman memang belum ada yang benar-benar serius ingin melakukan itu dalam waktu cepat,” ujar Laode kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip Suara.com pada Rabu (22/7/2026).
Pernyataan itu menempatkan investasi sebagai faktor utama yang menentukan kelanjutan proyek. Tanpa pembahasan baru dengan calon investor, pembangunan fasilitas penyimpanan minyak belum dapat dilanjutkan.
| Aspek | Kondisi Sebelumnya | Rencana Pemerintah |
|---|---|---|
| Stok minyak | Cukup 25-26 hari | Setara kebutuhan tiga bulan |
| Kapasitas simpan | Masih terbatas | Ditambah melalui fasilitas baru |
Dorongan Memperkuat Ketahanan Stok
Gagasan penambahan storage minyak nasional disampaikan Bahlil pada awal Maret. Proyek tersebut dirancang untuk memperbesar kapasitas penyimpanan minyak yang dinilai masih terbatas.
Target peningkatan daya simpan hingga tiga bulan berkaitan dengan upaya memperkuat cadangan energi nasional. Pemerintah menyebut sasaran itu sebagai bagian dari pemenuhan standar internasional.
Kebutuhan memperbesar ruang simpan menjadi perhatian saat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memuncak pada akhir Februari. Pada masa itu, cadangan minyak Indonesia disebut hanya mampu bertahan sekitar 25 sampai 26 hari.
Kondisi tersebut menunjukkan keterbatasan ketahanan stok yang ingin diperbaiki pemerintah melalui fasilitas baru. Namun, proyek di Sumatera maupun rencana penguatan kapasitas lainnya masih menunggu tindak lanjut dari investor.
Selama belum ada pihak yang masuk ke pembahasan investasi secara serius, target penyimpanan minyak hingga tiga bulan belum dapat direalisasikan. Pemerintah tetap mengaitkan pembangunan fasilitas itu dengan kebutuhan memperbesar kapasitas cadangan energi Indonesia.






