Rasa Aman Anak Disorot setelah Penagih Datang ke Rumah Sarwendah di Cilandak

Rasa aman anak-anak menjadi perhatian setelah rumah Sarwendah di Cilandak, Jakarta Selatan, didatangi pihak yang diduga sebagai debt collector pada malam hari. Kuasa hukum Sarwendah menilai situasi tersebut tidak baik bagi anak-anak yang berada di lingkungan keluarga kliennya.

Kedatangan pihak tersebut disebut berkaitan dengan penyampaian tagihan pada 11 Juli. Namun, pihak Sarwendah tidak menyebut secara langsung siapa orang yang menjadi tujuan pencarian saat mereka datang ke rumah itu.

Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Diduga debt collector, memang datang ke rumah, menyampaikan adanya tagihan, 11 Juli ya,” kata Abraham.

Bagi pihak Sarwendah, persoalan utama bukan hanya isi tagihan yang disampaikan, melainkan keadaan yang tercipta di rumah. Abraham menilai situasi yang dirasakan tidak aman itu dapat berdampak pada anak-anak.

Isu kedatangan penagih kemudian dikaitkan dengan kredit rumah di Cilandak yang diajukan atas nama Ruben Onsu. Di sisi lain, kuasa hukum Ruben menyatakan kredit itu belum selesai dan masih dalam proses penyelesaian di bank.

Penjelasan pihak Ruben

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan pihaknya lebih dahulu meminta penjelasan kepada bank sebelum merespons pertanyaan publik. Komunikasi itu dilakukan untuk mengetahui penanganan kredit yang disebut tidak lancar.

Menurut Minola, bank memberikan jawaban bahwa prosesnya masih berjalan. “Jawaban dari pihak bank, yang memang mengurusi kredit yang tidak lancar itu, masih dalam proses penyelesaian,” ujar Minola dalam program Intens Investigasi.

Pihak Ruben juga menyoroti soal surat kolektibilitas kredit. Minola mempertanyakan alasan Ruben tidak menerima surat pemberitahuan apabila status kredit tersebut benar telah masuk kolektibilitas lima.

“Apakah masuk akal Ruben sebagai kreditur, sebagai nasabahnya, dia enggak mendapat yang namanya surat kol 5? Kan harusnya dapat,” tegas Minola. Ia menyatakan keterangan yang diberikan pihak Ruben bersandar pada komunikasi dengan bank.

Perkara yang DisorotKeterangan dari Pihak Terkait
Kedatangan ke rumahPihak diduga debt collector menyampaikan tagihan pada 11 Juli
LokasiRumah Sarwendah di Cilandak, Jakarta Selatan
Status kreditMasih dalam proses penyelesaian menurut pihak Ruben
Surat kolektibilitasPihak Ruben mempertanyakan surat status kol 5

Latar kredit rumah dan renovasi

Rumah di Cilandak itu disebut menjadi objek kredit yang diajukan Ruben untuk membiayai renovasi. Nilai kredit yang diajukan disebut lebih dari Rp10 miliar.

Menurut keterangan yang diberitakan Kompas.com, pihak Ruben menyatakan renovasi tersebut merupakan keinginan Sarwendah ketika keduanya masih terikat pernikahan. Ruben kemudian disebut telah membayarkan Rp11 miliar kepada kontraktor, yang merupakan mendiang ayah mertuanya.

Cicilan kepada bank disebut mencapai Rp379 juta setiap bulan. Pihak Ruben mengakui pembayaran cicilan itu sempat dihentikan selama beberapa bulan.

Penghentian pembayaran tersebut, menurut pihak Ruben, terjadi karena Ruben merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya. Keterangan itu menjadi bagian dari latar yang disampaikan pihak Ruben dalam persoalan kredit rumah.

Minola menyebut pihaknya tidak bertujuan memojokkan pihak tertentu. Ia mengatakan penjelasan diberikan untuk menjawab pertanyaan yang muncul terkait kredit yang dikaitkan dengan Ruben.

Persoalan ini memperlihatkan dua perhatian yang berbeda dari masing-masing pihak. Pihak Sarwendah menekankan keamanan keluarga setelah kedatangan pihak penagih, sementara pihak Ruben menekankan bahwa kredit di bank masih berada dalam tahap penyelesaian.

Baca Juga