Rapid Wien melesat ke puncak klasemen Bundesliga Austria setelah melumat Grazer AK dengan skor 8-0. Kemenangan di Allianz Stadion, Wina, itu sekaligus membuka masalah besar pada pertahanan tim tamu.
Grazer AK kehilangan daya saing sejak fase awal pertandingan. Ferdinand Feldhofer menilai laga sudah diputuskan dalam sepuluh menit pertama karena timnya tidak mampu melawan dominasi Rapid.
Skor telak itu dibangun melalui kontribusi empat pemain Rapid Wien. Tonni Adamsen menjadi pembeda utama dengan empat gol, lebih banyak daripada pencetak gol lainnya dalam pertandingan tersebut.
| Pencetak gol | Jumlah gol |
|---|---|
| Tonni Adamsen | 4 |
| Ercan Kara | 2 |
| Yusuf Demir | 1 |
| Nenad Cvetkovic | 1 |
Ercan Kara melengkapi kemenangan tuan rumah dengan dua gol. Yusuf Demir dan Nenad Cvetkovic masing-masing menambahkan satu gol untuk memastikan skor akhir 8-0.
Feldhofer mengakui bahwa sistem pertahanan Grazer AK gagal bekerja sepanjang laga. Ia meminta maaf atas penampilan timnya dan berharap hasil itu dapat menjadi bahan evaluasi.
“Kami benar-benar buruk dalam bertahan, dan saya berharap kita bisa mengambil pelajaran dari kekalahan ini. Ini bukan pengalaman yang menyenangkan,” ujar Feldhofer.
Bagi Feldhofer, kekalahan tersebut melampaui hasil buruk biasa. Ia menyebutnya sebagai momen paling gelap yang pernah dialami, baik ketika menjadi pemain maupun setelah beralih menjadi pelatih.
“Ini adalah momen tergelap dalam karier saya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ketika pertandingan sudah diputuskan setelah sepuluh menit dan kami tidak mampu melawan, itu sangat sulit,” katanya setelah pertandingan.
Tekanan dari pendukung juga muncul ketika Rapid sudah mengemas gol keenam. Sejumlah suporter Grazer AK membentangkan spanduk “Feldhofer raus” sebagai bentuk ketidakpuasan atas penampilan tim.
Pelatih itu menyatakan para pendukung berhak kecewa setelah kekalahan sebesar itu. Ia menegaskan bahwa kemampuan tim untuk bangkit bersama lebih penting daripada masa depannya secara pribadi.
Hans Krankl, mantan pemain dan pakar sepak bola Austria, menyebut penampilan Grazer AK sebagai “skandal”. Ia mendukung desakan perubahan pada kursi pelatih dan menilai situasi Feldhofer telah memburuk.
Kekalahan 0-8 itu tercatat sebagai salah satu hasil dengan selisih terbesar dalam sejarah Bundesliga Austria. Grazer AK kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki pertahanan mereka pada awal musim.






