Di Balik Langit Mirip Starry Night, Ada Bintang yang Belum Menyala Penuh

Langit yang tampak seperti lukisan The Starry Night dalam rekaman DECam menyimpan sebuah sistem bintang yang belum berkembang sepenuhnya. Salah satu anggota R Corona Australis belum memulai fusi hidrogen di inti, meski ukurannya jauh lebih besar daripada pasangannya.

Objek tersebut masih berada dalam tahap pra-deret utama dan telah mengumpulkan sebagian besar massanya. Cahayanya tetap cukup kuat untuk menerangi materi di sekelilingnya hingga membentuk nebula emisi NGC 6729.

R Corona Australis adalah sistem bintang ganda yang menerangi dua nebula paling menonjol di wilayah tersebut. Kedua anggotanya mengorbit pada jarak relatif jauh dengan periode sekitar 43 hingga 47 tahun untuk satu putaran.

Bagian Sistem R Corona AustralisKarakteristikTahap
Anggota lebih kecilKatai merah, dingin, dan berumur panjangFusi hidrogen berlangsung
Anggota pendampingBerukuran jauh lebih besarPra-deret utama

Anggota yang lebih kecil merupakan katai merah, kelas bintang terkecil yang dapat melakukan fusi hidrogen. Katai merah juga termasuk kelompok bintang yang paling dingin serta berumur paling panjang.

Perbedaan tahap perkembangan dua objek itu menjadi bagian dari dinamika di Awan Molekul Corona Australis. Kawasan pembentukan bintang tersebut berada sekitar 430 tahun cahaya dari Bumi di rasi Corona Australis atau Mahkota Selatan.

Gas dan debu yang dipahat energi bintang

Awan Molekul Corona Australis memuat nebula, bintang muda, dan gugus bintang dalam satu bidang pandang. Cahaya dan pusaran gas yang terlihat bukan sekadar efek atmosfer, melainkan hasil interaksi bintang-bintang muda dengan awan gas raksasa di sekitarnya.

Bintang muda memancarkan energi yang mendorong gas dan debu yang sebelumnya menghalangi pandangan. Proses itu membuat struktur nebula dapat tampak lebih jelas dalam citra.

Di bagian lain gambar, terdapat NGC 6723 yang terlihat seolah berada dekat dengan kawasan pembentukan bintang tersebut. Gugus globular itu juga dijuluki Chandelier Cluster atau gugus lampu gantung.

Posisi visual tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa NGC 6723 dan Corona Australis saling terkait. Faktanya, NGC 6723 berjarak sekitar 29.000 tahun cahaya dari Bumi dan berada jauh di belakang kawasan yang lebih dekat.

Usia bintang yang terpaut miliaran tahun

Corona Australis adalah tempat lahir bagi bintang-bintang baru, sedangkan NGC 6723 memuat bintang-bintang sangat tua. Sebagian anggota gugus globular dapat berusia lebih dari 10 miliar tahun, hampir setua alam semesta.

Pengamatan Teleskop Antariksa Hubble terhadap NGC 6723 memperlihatkan bahwa pembentukan bintang di gugus globular dapat memiliki sejarah yang lebih kompleks. Temuan itu menantang anggapan lama bahwa seluruh anggota gugus lahir bersamaan dan berusia seragam.

Menurut Kompas.com yang mengutip IFL Science, panorama langit ini diambil memakai DECam beresolusi 570 megapiksel. Kamera digital tersebut terpasang pada Teleskop Víctor M. Blanco berdiameter 4 meter di Observatorium Antarbenua Cerro Tololo, Chile.

Citra DECam akhirnya tidak hanya menampilkan nebula yang indah, tetapi juga tahapan kehidupan bintang yang sangat beragam. Dalam satu pemandangan, tampak bintang yang masih berkembang, gas yang diterangi, dan gugus yang menyimpan jejak bintang purba.

Baca Juga