Tak Hanya Membuat Wajah Sayu, Ptosis Bisa Menutup Pupil dan Menghambat Aktivitas

Kelopak mata atas yang menutupi pupil dapat menghambat pandangan dan membatasi aktivitas harian. Kondisi ini dikenal sebagai ptosis, yaitu posisi kelopak mata yang turun melewati batas normal.

Dampaknya tidak berhenti pada wajah yang tampak sayu atau mengantuk. Penderita dapat kesulitan membaca, melihat ke arah atas, hingga mengemudi karena bidang pandang bagian atas terganggu.

Risiko pada Anak dan Orang Dewasa

Ptosis dapat muncul sejak lahir karena perkembangan otot kelopak mata tidak sempurna. Kondisi bawaan ini perlu dievaluasi dengan baik, terutama bila kelopak terus menutupi pupil.

Penutupan pupil dalam waktu lama berpotensi memengaruhi perkembangan penglihatan. Karena itu, ptosis pada anak tidak semestinya diperlakukan sebagai masalah penampilan semata.

Pada orang dewasa, kondisi tersebut dapat timbul seiring bertambahnya usia. Melemahnya otot levator, yang berfungsi mengangkat kelopak mata, dapat membuat posisi kelopak semakin rendah.

Dr. Roy Tan, dokter spesialis mata dari Asian Healthcare Specialist Singapura, menyebut dampak ptosis dapat melampaui persoalan estetika. “Ptosis bukan sekadar persoalan estetika. Kelopak mata yang turun dapat mengganggu pandangan, menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti membaca atau mengemudi, bahkan pada kasus tertentu dapat memengaruhi perkembangan penglihatan,” ujarnya.

Perubahan yang Sering Dianggap Sepele

Orang dengan kelopak mata turun sering berusaha memperlebar bukaan mata dengan mengangkat alis. Upaya berulang ini dapat membuat dahi berkerut dan menyebabkan ketegangan pada otot wajah.

Posisi kepala juga dapat berubah sebagai bentuk penyesuaian. Seseorang dapat terus mengangkat dagu atau mendongakkan kepala untuk memperoleh gangguan penglihatan yang lebih sedikit dari kelopak yang menghalangi mata.

KondisiHal yang Dapat Dirasakan atau Dilihat
Kelopak berada lebih rendahSatu atau kedua kelopak dapat menutupi sebagian pupil.
Wajah terlihat lesuMata dapat tampak sayu atau seperti kurang tidur.
Alis dan dahi aktif bergerakTerjadi karena usaha membuka mata lebih lebar.
Pandangan bagian atas berkurangAktivitas membaca dan melihat ke atas dapat terganggu.
Mata berair atau terasa keringPemerataan air mata pada permukaan mata dapat terganggu.

Kelopak Turun Mendadak Perlu Diwaspadai

Perubahan yang terjadi tiba-tiba dalam hitungan jam atau hari memerlukan perhatian medis segera. Risiko menjadi lebih serius apabila ptosis muncul bersamaan dengan penglihatan ganda, kelemahan otot di bagian tubuh lain, atau pembesaran pupil pada satu mata.

Gabungan gejala tersebut dapat mengarah pada gangguan saraf atau stroke. Pertolongan darurat perlu dicari tanpa menunggu kelopak mata kembali seperti semula.

Untuk kondisi yang berkembang perlahan, pemeriksaan dokter spesialis mata tetap diperlukan guna mengetahui penyebabnya. Hasil evaluasi dapat menentukan apakah tindakan korektif, termasuk operasi, dibutuhkan untuk membantu memulihkan fungsi penglihatan.

CNBC Indonesia melaporkan bahwa ptosis juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara fungsional dan psikologis. Perubahan pada tampilan mata dapat menurunkan rasa percaya diri, tetapi penilaian utama tetap perlu berfokus pada dampaknya terhadap penglihatan.

Baca Juga