Prichard Colon pernah menjalani koma selama 221 hari setelah mengalami pendarahan otak usai duel pada 2015. Sebelas tahun kemudian, mantan petinju itu meninggal dunia pada usia 33 tahun.
Masa koma tersebut menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup Colon. Setelah sadar, ia tidak lagi dapat berbicara dan berjalan, sehingga membutuhkan perawatan keluarga dalam waktu yang panjang.
Pendarahan Otak Usai Pertarungan
Cedera serius itu terjadi setelah Colon menghadapi Terrel Williams pada 2015. Dalam duel tersebut, Williams disebut beberapa kali memukul bagian belakang kepala Colon.
Colon sempat memprotes kepada wasit mengenai pukulan yang diterimanya. Pertandingan kemudian memasuki situasi mengkhawatirkan saat ia terjatuh pada ronde kesembilan.
Setelah laga berakhir, Colon diketahui mengalami pendarahan otak. Informasi yang dimuat CNN Indonesia menyebut ia berada dalam koma selama 221 hari.
Ketika terbangun, Colon tidak sepenuhnya dapat kembali menjalankan aktivitas seperti semula. Sejak saat itu, keluarganya menjadi pendamping utama dalam masa perawatan yang berlangsung bertahun-tahun.
Pengumuman dari Richard Colon
Kabar meninggalnya Colon disampaikan oleh ayahnya, Richard, melalui media sosial pada Kamis (13/8) waktu setempat. Richard mengatakan putranya kini berada di tempat yang lebih baik.
“Selamat pagi, semuanya. Dengan perasaan menyesal, saya mengabarkan bahwa putra saya Prichard telah meninggal dunia. Dia kini ada di tempat yang lebih baik,” tulis Richard dalam unggahan yang dikutip TMZ.
Ia juga berterima kasih kepada orang-orang yang memberi dukungan kepada keluarganya selama masa sulit tersebut. Richard meminta doa terus dipanjatkan bagi keluarganya setelah kepergian sang putra.
Prospek yang Pernah Menjanjikan
Sebelum duel pada 2015, Prichard Colon dikenal sebagai petinju muda yang memiliki prospek kuat. Ia mengoleksi 16 kemenangan tanpa kekalahan, dengan 13 kemenangan melalui knockout.
Rekor itu menggambarkan awal perjalanan profesional yang meyakinkan. Namun, pertandingan melawan Terrel Williams kemudian mengakhiri masa depan Colon di dunia tinju.
Kepergian Colon kembali mengingatkan publik pada beratnya dampak cedera dalam olahraga tersebut. Selama 11 tahun, keluarganya tetap berada di sisinya hingga ia mengembuskan napas terakhir pada usia 33 tahun.






