Presiden Prabowo Subianto menyatakan cita-cita pemerintah adalah anggaran berimbang, dengan defisit dijaga sekecil mungkin. Dalam RAPBN 2027, defisit ditargetkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen dari produk domestik bruto.
Angka tersebut lebih rendah daripada target defisit APBN 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB. Penurunan rasio defisit menjadi salah satu penanda arah konsolidasi fiskal yang diusung pemerintah.
Target Defisit di Tengah Agenda Pertumbuhan
Pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 6 persen pada 2027 dengan inflasi 2,5 persen. Sasaran itu menjadi dasar penyusunan anggaran, bersama asumsi nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS.
Imbal hasil SBN tenor 10 tahun dalam rancangan anggaran ditetapkan 6,9 persen. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan berada pada level US$75 per barel.
| Indikator Makro | Target RAPBN 2027 |
|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 6 persen |
| Inflasi | 2,5 persen |
| Nilai tukar rupiah | Rp17.500 per dolar AS |
| Imbal hasil SBN 10 tahun | 6,9 persen |
| Harga minyak mentah Indonesia | US$75 per barel |
Sektor energi turut menjadi bagian dari asumsi APBN. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi ditetapkan 984 ribu barel setara minyak per hari.
Pendapatan Didorong, Kebocoran Ditekan
Pendapatan negara pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun. Belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, sehingga membentuk selisih defisit Rp671,2 triliun.
| Tahun | Defisit | Rasio PDB |
|---|---|---|
| 2026 | Rp689,1 triliun | 2,68 persen |
| 2027 | Rp671,2 triliun | 2,4 persen |
Prabowo menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada 14 Agustus 2026. Ia menilai defisit idealnya ditekan serendah mungkin.
“Kami memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya. Bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut.
Pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan negara, meminimalkan kebocoran penerimaan, dan melanjutkan efisiensi belanja. “Pendapatan negara kita dorong lebih optimal, kebocoran penerimaan harus diminimalisasi. Efisiensi belanja harus terus kita lanjutkan,” kata Prabowo.
Sasaran Kemiskinan dan Pengangguran
Efektivitas APBN 2027 juga dikaitkan dengan target sosial yang lebih terukur. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 persen hingga 6,5 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka diarahkan pada kisaran 4,3 persen sampai 4,87 persen.
Rasio gini ditargetkan berada antara 0,362 dan 0,367, dengan indeks modal manusia mencapai 0,575. Pemerintah juga akan mendorong perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran serta mengembangkan pembiayaan inovatif.






