Potensi perikanan Indonesia yang disebut mencapai sekitar 34 miliar dollar per tahun belum sepenuhnya memberi manfaat bagi nelayan dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia baru menikmati sekitar 5 persen dari nilai ekonomi tersebut.
Untuk memperbesar manfaat bagi masyarakat pesisir, pemerintah menyiapkan dua jalur kebijakan sekaligus. Pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan menargetkan penyelesaian 1.582 kapal ikan modern pada 2027.
Program kampung nelayan diarahkan untuk memperkuat ekonomi dari hulu hingga hilir. Nelayan diharapkan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga terhubung dengan koperasi, pengelolaan hasil, dan pasar.
Pemerintah menyatakan 100 kampung nelayan telah dibangun. Target berikutnya adalah 1.386 kampung berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
| Program Pemerintah | Jumlah | Target Waktu |
|---|---|---|
| Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun | 100 kampung | Telah disampaikan pemerintah |
| Kampung Nelayan Merah Putih berfungsi | 1.386 kampung | Akhir Desember 2026 |
| Armada kapal ikan modern | 1.582 kapal | 2027 |
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya ditujukan untuk penataan kawasan pesisir. Pemerintah juga menekankan pembentukan ekosistem ekonomi yang membuat hasil tangkapan memiliki jalur penjualan yang lebih terintegrasi.
Dalam skema tersebut, koperasi diharapkan menjadi penghubung antara nelayan dan pasar. Peran ini diharapkan membantu hasil perikanan bergerak melalui rantai ekonomi yang lebih tertata.
Di tengah penguatan ekonomi pesisir itu, pemerintah juga menyoroti masalah pengambilan hasil laut tanpa izin. Prabowo menilai banyak nilai ekonomi perikanan Indonesia masih diambil kapal dari negara lain.
Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Ke-81 RI di DPR RI, Jumat (14/8/2026). Menurut Prabowo, kehilangan nilai perikanan terjadi setiap hari dan menjadi alasan penting bagi penguatan sektor kelautan.
“Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 Miliar dollar. Baru hanya mungkin lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam,” tegas Prabowo.
Target pembangunan armada kapal ikan modern menjadi salah satu respons pemerintah terhadap persoalan tersebut. Kapal-kapal itu diproyeksikan memperbesar kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan kekayaan lautnya sendiri.
Prabowo mengakui pembangunan 1.582 kapal modern merupakan tantangan bagi pemerintah. Namun, sasaran pada 2027 menunjukkan upaya untuk meningkatkan kapasitas penangkapan ikan nasional dalam skala besar.
Penguatan armada dan kampung nelayan memiliki sasaran yang saling berkaitan. Armada diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya laut, sedangkan kampung nelayan disiapkan untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan potensi perikanan Indonesia tidak berhenti sebagai angka besar dalam catatan ekonomi. Hasil laut diharapkan semakin memberi manfaat langsung bagi nelayan lokal yang bergantung pada sektor perikanan.






