Petani Tak Boleh Ambil Air Sungai, Krisis Kekeringan Swis Kian Menekan

Petani di sejumlah wilayah Swis tidak lagi diizinkan mengambil air sungai untuk mengairi lahan mereka. Larangan itu diberlakukan ketika kekeringan ekstrem mengancam ketersediaan air bagi pertanian dalam jangka waktu yang belum ditentukan.

Di Kanton Aargau, pembatasan irigasi berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kota Solothurn juga melarang petani mengambil air sungai, sehingga kekhawatiran atas keberlangsungan lahan pertanian meningkat.

Krisis ini terjadi setelah gelombang panas ekstrem melanda Swis dalam periode berkepanjangan. MeteoSuisse telah menaikkan peringatan kekeringan menjadi tingkat empat untuk seluruh wilayah negara itu pada pekan lalu.

Tingkat empat merupakan peringatan tertinggi dari lembaga cuaca nasional tersebut. Status itu mendorong pemerintah daerah di hampir seluruh dari 26 kanton untuk mengutamakan pasokan air bagi kebutuhan esensial.

Pemakaian Air Nonprimer Dibatasi

Warga di Kanton Aargau dilarang menyiram taman, mencuci mobil, dan mengisi kolam renang. Kanton Basel menerapkan pembatasan serupa saat pasokan air setempat semakin menipis.

Kebijakan itu menunjukkan penggunaan air rumah tangga untuk kebutuhan nonprimer kini menjadi perhatian pemerintah daerah. Pembatasan dirancang untuk menahan konsumsi air ketika cadangan menghadapi tekanan besar.

WilayahAturan atau kondisi
AargauLarangan menyiram taman, mencuci mobil, mengisi kolam, dan mengambil air sungai untuk irigasi.
BaselPembatasan penggunaan air serupa diberlakukan.
SolothurnPetani tidak boleh mengambil air sungai untuk irigasi.
Gunung PilatusSumber mata air mengering, sementara air minum dikirim dengan tanker dan traktor.

Mata Air dan Jalur Pelayaran Terdampak

Dampak krisis tampak nyata di Gunung Pilatus, dekat Kota Lucerne, ketika sumber mata air warga mengering. Untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, air harus dikirim menggunakan mobil tanker dan traktor.

Penurunan ketinggian air juga terjadi di Danau Zurich dan Danau Constance. Debit Sungai Rhein Hilir ikut menyusut, mengganggu kegiatan pelayaran pada sejumlah rute.

Sejumlah perusahaan pelayaran membatalkan layanan karena kedalaman air tidak lagi memadai bagi kapal. Dampaknya menjalar ke pergerakan logistik dan kegiatan wisata air.

Menurut Blick yang dikutip Media Indonesia pada Jumat (14/8), pembatasan di berbagai wilayah ditujukan untuk menjaga air bagi kebutuhan utama. Bentuk aturannya dapat berbeda di tiap kanton, tetapi penggunaan yang tidak mendesak menjadi sasaran pengurangan.

Swis bukan satu-satunya negara yang menghadapi tekanan cuaca panas di Eropa. Spanyol, Portugal, Italia, dan Yunani disebut sebagai wilayah yang terdampak paling parah.

Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron pada 16 Juli menyatakan frekuensi kebakaran hutan mencapai tingkat tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan ancaman cuaca ekstrem terhadap lingkungan, pasokan air, dan aktivitas ekonomi di Eropa.

Baca Juga