Peserta Upacara di Stadion Marilonga Berhamburan Saat Gempa M 5,8 Guncang Ende

Peserta upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, sempat berhamburan setelah merasakan guncangan gempa. Kepanikan kembali muncul ketika getaran susulan terasa di sekitar lokasi kegiatan.

Meski agenda kenegaraan itu sempat terganggu, upacara tidak dibatalkan. Peserta kembali ke area kegiatan setelah keadaan dinilai lebih aman dan prosesi diteruskan secara tertib.

Upacara di Stadion Marilonga diikuti peserta dalam jumlah terbatas. Unsur yang hadir mencakup aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta perwakilan warga binaan Lapas Ende.

Situasi yang sebelumnya berlangsung khidmat berubah tegang dalam beberapa saat. Para peserta memilih meninggalkan posisi untuk menyelamatkan diri ketika guncangan terasa.

Pejabat Hadir dalam Upacara

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan itu juga dihadiri Bupati Ende Yosef Benediktus dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu.

Rangkaian peringatan kemerdekaan baru kembali berjalan setelah peserta berkumpul dan kondisi di sekitar stadion terkendali. Keputusan melanjutkan kegiatan diambil setelah situasi dianggap lebih aman.

Gempa terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, saat upacara berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat waktu kejadian pada pukul 07.46.43 WIB.

Pusat Gempa Berjarak 39 Kilometer dari Ende

Menurut BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,8. Pusatnya berada sekitar 39 kilometer di barat laut Ende, Nusa Tenggara Timur.

InformasiRincian
Magnitudo5,8
Waktu kejadian07.46.43 WIB
Lokasi pusat gempa39 kilometer barat laut Ende, NTT
Kedalaman10 kilometer
Koordinat8,38 Lintang Selatan dan 121,52 Bujur Timur

Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer dengan koordinat 8,38 Lintang Selatan dan 121,52 Bujur Timur. Informasi parameter tersebut menjelaskan posisi pusat guncangan yang terjadi pada pagi hari.

BMKG menyatakan gempa di wilayah Ende tidak berpotensi tsunami. Lembaga itu tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Imbauan tersebut sejalan dengan kondisi di Stadion Marilonga karena getaran lanjutan sempat dirasakan peserta. Mereka menjauh sementara dari area upacara sebelum kembali setelah situasi lebih aman.

Peristiwa ini menandai gangguan mendadak pada peringatan kemerdekaan di Ende. Namun, peserta dapat melanjutkan jalannya upacara setelah kepanikan mereda dan kondisi lokasi kembali terkendali.

Baca Juga