Wulan Guritno menilai anak-anak disabilitas yang ia temui dalam kegiatan lari 3K telah menunjukkan bahwa keberanian tidak mengenal batas. Pesan itu disampaikannya setelah mengikuti lari bersama para peserta dan menyaksikan semangat mereka secara langsung.
Ia berharap masyarakat dapat terus menciptakan dunia yang lebih inklusif. Menurut Wulan, setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, tumbuh, dan berkarya, apa pun kondisinya.
Ungkapan tersebut muncul dalam unggahan media sosial Wulan setelah kegiatan lari berlangsung. Aktris berusia 45 tahun itu mengatakan bahwa dirinya pulang dengan hati yang penuh setelah terlibat dalam acara tersebut.
Wulan semula mengira kehadirannya akan menjadi bentuk dukungan bagi anak-anak disabilitas. Sebaliknya, keberanian, tekad, dan kebahagiaan para peserta justru menjadi inspirasi kuat baginya.
Apresiasi untuk Anak dan Orang Tua
Wulan memberikan apresiasi kepada anak-anak disabilitas yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyoroti peran papa dan mama yang mendampingi anak-anak selama lari berlangsung.
Kehadiran para orang tua menjadi bagian dari konteks yang disampaikan Wulan dalam pesannya. Ia memandang dukungan keluarga berjalan seiring dengan semangat peserta dalam menyelesaikan tantangan lari.
Liputan6.com melaporkan bahwa Wulan melihat antusiasme anak-anak selama kegiatan berlangsung. Pengalaman itu memperkuat keyakinannya bahwa kondisi fisik tidak boleh menjadi penghalang untuk menikmati kesempatan yang setara.
Pesan inklusivitas yang disampaikan Wulan kemudian mendapat banyak apresiasi dari warganet. Perhatian terhadap anak-anak disabilitas menjadi pokok yang menonjol dari unggahan tersebut.
Momen Bersama Afia
Dalam kegiatan itu, Wulan berlari bersama Afia, seorang anak disabilitas. Keduanya menyelesaikan jarak 3 kilometer dan berpose sambil memperlihatkan medali finisher.
Wulan mengungkapkan rasa bangganya karena dapat menuntaskan lari bersama Afia. Ungkapan gembira itu dibagikannya sebagai penanda keberhasilan mereka mencapai garis akhir.
Ia tampak memakai kaus olahraga biru yang dipadukan dengan legging hitam. Rambut Wulan diikat ke belakang dan ia mengenakan kacamata hitam berbingkai tebal selama kegiatan.
Salah satu potret juga memperlihatkan Wulan mencium pipi Afia. Gestur tersebut melengkapi gambaran kedekatan dan dukungan yang terlihat dalam kegiatan lari 3K itu.
Melalui pengalamannya, Wulan kembali menekankan perlunya ruang yang memungkinkan setiap orang berkembang. Kegiatan bersama Afia dan peserta lain menjadi pengingat bahwa kesempatan yang adil perlu tersedia bagi semua pihak.






